Tuesday, 12 December, 2017 - 09:08

1800 Personel Gabungan Kejar 9 DPO di Poso

ILUSTRASI - Pengejaran sembilan daftar pencarian orang (DPO) Poso. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Kapolda Bantah DPO Bergeser ke Morowali

Palu, Metrosulawesi.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriyadi mengungkapkan sebanyak 1800 personel gabungan Polri dan TNI diterjunkan untuk mengejar para sembilan orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dia mengatakan, sembilan DPO yang juga anggota kelompok Santoso saat ini  dipimpin Ali Kalora diperkirakan masih berada di Poso Pesisir.

Kapolda juga menepis isu yang beredar yang menduga bergesernya sisa kelompok Santoso tersebut ke Kabupaten Morowali.

“Dia tidak bergeser keluar dari arena kita. Mereka masih berada di Poso. Kita sudah antisipasi,’’ tegas Kapolda kepada sejumlah wartawan di Mapolda Sulteng, Selasa 18 April 2017.

Kapolda mengatakan, tim satuan tugas (Satgas) Tinombala yang baru saja dirotasi kini menyiapkan langkah khusus. Termasuk dengan melakukan analisis dan evaluasi terkait pengejaran sembilan DPO yang hingga kini belum tuntas.

Kapolda sendiri berencana bertolak ke Poso untuk memimpin analisis dan evaluasi terkait operasi Tinombala yang 4 April lalu diperpanjang kembali.

’’Esok saya akan ke Poso untuk anev terkait operasi Tinombala,” tegasnya.

Orang nomor satu di Polda Sulteng ini pun optimistis bisa menuntaskan sisa kelompok Santoso. Meski tidak memasang target, namun Kapolda berjanji untuk menyelesaikan secepatnya sembilan DPO yang telah menjadi target operasi satgas Tinombala sejak 2015 lalu.

Kapolda juga meminta dukungan dari semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah daerah.Saat ini, sembilan orang anggota kelompok Santoso masih dalam pengejaran satgas Tinombala.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.