Sunday, 23 September, 2018 - 22:31

2017, HIV/AIDS Renggut Nyawa 234 Warga Sulteng

RAKOR KPA - Gubernur  H Longki Djanggola saat memimpin Rakor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) provinsi dan kabupaten/kota se Sulawesi Tengah di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Senin, 4 Desember 2017. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Gubernur Sulteng H Longki Djanggola mengungkapkan hingga Agustus 2017, HIV/AIDS telah merenggut nyawa 234 orang warganya. Angka itu dari total jumlah penderita HIV/AIDS yang ditemukan sebanyak 1.577 orang dengan rincian penderita HIV 990 orang dan AIDS 587 orang.

"Kasus HIV baru terungkap 27,16 persen dari estimasi tahun 2012 sejumlah 3.555 kasus," ungkap gubernur saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) provinsi dan kabupaten/kota se Sulawesi Tengah di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Senin, 4 Desember 2017.

Menyikapi angka penderita HIV/AIDS tersebut, gubernur meminta sinergitas unsur KPA dalam menekan HIV/AIDS guna menunjang pencapaian three zero tahun 2030, yaitu zero new infection (tidak ada infeksi baru), zero related death (tidak ada kematian karena AIDS) dan zero discrimination (tidak ada diskriminasi).

Kata gubernur, agar tidak ada yang meninggal lagi karena HIV/AIDS, upaya yang mesti dilakukan adalah menemukan penderita yang positif AIDS, mengobati dan mepertahankan ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) yang diobati dengan pengawasan kontinu dari pendampingnya.

"Bersama kita bisa, bersatu kita kokoh. Ayo perangi virusnya, bukan orangnya," tuturnya.

Gubernur mengatakan pelibatan wakil bupati dan wakil walikota di daerahnya menjadi ketua pelaksana KPA kabupaten/kota bertujuan agar APBD untuk anggaran operasional KPA tetap terkawal.

"Betapa strategisnya bapak (wabup/wawali) ditempatkan sebagai ketua supaya ada peran dan kontribusi pada kegiatan penanggulangan AIDS tersebut," tandas Longki.

Rakor ini turut dihadiri Wabup Banggai Mustar Labolo, Wabup Bangkep Rais Adam dan Wabup Tojo Unauna Admin As Lasimpala. Peserta lainnya adalah para sekretaris KPA dan Kadis Kesehatan se Sulteng, LSM dan mitra kerja terkait. Keseluruhan peserta mencapai 60 orang.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulteng dr Muslimah L Gadi mengatakan untuk memaksimalkan sosialisasi serta langkah-langkah pencegahan penyebaran HIV/AIDS, utamanya bagi kalangan masyarakat berusia 15-24 tahun, KPA Sulteng meneken kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi (PT) di Kota Palu.

Kerjasama tersebut diteken KPA pada puncak peringatan Hari AIDS Sedunia, yang digelar KPA Sulteng pada Minggu 3 Desember 2017, bersama tujuh PT yakni Universitas Alkhairaat, Akbid Graha Ananda, STIK Indonesia Jaya, Akbid Cendrawasih, Akademi Farmasi Tadulako Farma, STIA Pembangunan dan Poltekkes Kemenkes Palu.

Muslimah saat ditemui di sela-sela kegiatan, Senin, 4 Desember 2017 menyebutkan, kerjasama tersebut untuk menyasar masyarakat berusia antara 15-24 tahun. Hal ini sebagaimana data KPAP Sulteng 2016, sekitar 18,3 persen penderita HIV/AIDS di Sulteng berada pada kisaran usia tersebut.

"Rata-rata masyarakat kampus kan berada pada kisaran usia itu (15-24 tahun-red). Mereka tentunya juga harus tahu apa itu HIV dan AIDS, serta bagaimana pencegahannya. Ini juga agar kita dapat mencapai angka zero penjangkitan baru," jelas Muslimah.

Muslimah mengungkapkan, dalam kerjasama tersebut KPAP Sulteng akan mendapatkan peran memberikan penyuluhan atau sosialisasi kepada para mahasiswa, salah satunya pada kegiatan penerimaan mahasiswa baru.

"Selain itu, bagi mahasiswa yang akan turun ke lapangan, akan diberikan pembekalan, agar nantinya mereka turut menyampaikannya kepada masyarakat," kata Muslimah.

Ia berharap, agar seluruh KPA di tingkat Kabupaten di Sulteng untuk dapat meneken kerjasama tersebut, dengan perguruan-perguruan tinggi setempat.


Editor : M Yusuf Bj