Tuesday, 18 September, 2018 - 23:44

39 IUP di Sulteng Masih Non CnC

Bambang Sunaryo. (Foto : Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Perusahaan Diberi Waktu Hingga Awal November

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulteng Bambang Sunaryo mengungkapkan, dari 238 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Sulawesi Tengah saat ini, sebanyak 39  masih berstatus Non Clear and Clean (CnC). Menurut Bambang, 39 IUP tersebut merupakan IUP tambang mineral logam.

"Ada berkas administrasi yang belum dilengkapi perusahaan pemilik IUP. Dari itu kami ditugaskan KPK untuk melakukan konfirmasi ke perusahaan terkait," ujar Bambang di Palu, Selasa 30 Agustus 2016.

Kata dia, berdasarkan tenggat waktu yang telah ditentukan, 39 perusahaan pemilik IUP harus bisa melengkapi berkas administrasi yang dipersyaratkan sampai dengan awal November 2016 mendatang.

Apabila hal itu tidak bisa dipenuhi, Bambang dengan tegas mengatakan IUP akan dicabut dan perusahaan tidak bisa melakukan aktivitas pertambangan lagi.

Bambang mengatakan IUP Non CnC ini tersebar di sejumlah kabupaten, didominasi IUP dari Morowali dan Morowali Utara. Namun ia tidak merincikan perusahaan/pemilik IUP.

"Sebagaimana yang telah dipersyaratkan kriteria IUP CnC dilihat dari beberapa aspek seperti kelengkapan administrasi perusahaan, aspek lingkungan dan keuangan meliputi ketaatan membayar pajak," tutur Bambang.

Kata dia, jumlah IUP sejak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Koordinasi dan supervisi (Korsup) di Sulteng pada 2014 sebanyak 534 IUP. Namun di Korsup tahun berikutnya 2015, sejumlah IUP dicabut karena tidak memenuhi persyaratan sehingga menyisakan 349 IUP dengan pembagian 215 IUP CnC dan 134 IUP non-CnC.

"Jadi tahun ini dari 238 IUP, yang sudah CnC sebanyak 199 IUP. Nah yang sisanya itu sementara dikoordinasikan keperusahaan. Kalaupun nanti akhirnya dicabut, itu harus melalui keputusan Pak Gubernur," tandas Bambang.


Editor : Syamsu Rizal

Tags: