Sunday, 23 September, 2018 - 22:28

Abdullah Latopada Dimutasi ke IAIN Kendari

Kakanwil Kemenag Sulteng Rusman Langke dan Kakanwil Kemenag Gorontalo Kudrat Dukalang (kanan) saat diambil sumpahnya oleh Menteri Agama Lukman Syaifuddin di Jakarta, Senin (9/4). (Foto: kemenag.go.id)

Jakarta, Metrosulawesi.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melantik tujuh pejabat eselon II, terdiri atas dua Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan dua Kepala Biro pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

Pelantikan berlangsung di operation room Gedung Kementerian Agama, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin 9 April 2018.

Dua Kakanwil Kemenag yang dilantik tersebut adalah Rusman Langke sebagai Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, menggantikan Abdullah Latopada yang dilantik menjadi Kepala Biro AUAK pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Qoimuddin Kendari, Sulawesi Tenggara.

Rusman Langke sebelumnya adalah Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo yang kemudian digantikan oleh Kudrat Dukalang.

Pejabat lainnya yang dilantik Menag adalah Khaeroni sebagai Kepala Biro AUAK Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, Suleman sebagai Kepala Biro AUAK IAIN Manado, Janus Pangaribuan sebagai Kepala Biro AUAK Institut Agama Kristen Negeri Tarutung dan Urbanus Rahangmetan sebagai Kepala Biro AUAK Institut Agama Kristen Negeri Ambon

Di hadapan jajarannya, Menag kembali mengingatkan untuk senantiasa memperluas cakrawala berpikir dan memahami persoalan yang berkembang di masyarakat.

"Setiap pejabat Kementerian Agama harus memberi makna dan bobot pada institusi kita. Saudara-saudara perlu memperluas cakrawala berpikir dan memahami persoalan seiring dengan perkembangan masyarakat dan menguasai ekosistem tugas dan fungsi Kemenag sesuai dengan bidang masing-masing," ujarnya seperti dikutip oleh portal kemenag.go.id.

Menag meminta para pejabat yang baru dilantik agar senantiasa mengasah kemampuan personal.

"Realitas bahwa semakin tinggi kedudukan dan jabatan semakin sedikit waktu dan kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan. Karena itu, seluruh pejabat di lingkungan Kemenag diminta untuk pandai-pandai memanfaatkan waktu untuk mengasah kemampuan personal, menambah ilmu, menyerap berbagai informasi, serta memaksimalkan kehadiran di forum-forum rapat dan pertemuan lintas stakeholder," ujarnya.

Menurut Menag, tugas dan fungsi Kanwil Kemenag Provinsi dan tata kelola perguruan tinggi keagamaan negeri memerlukan lahirnya inovasi, wawasan, dan energi baru dari para pemangku jabatan.

Selain itu, pejabat Kemenag juga perlu memiliki kepekaan dalam menanggapi sekaligus menangani isu-isu keagamaan, serta mampu mengantisipasi potensi-potensi masalah.

Setiap pejabat Kemenag, kata menteri, harus bisa memahami dan mendalami serta menghadirkan solusi atas setiap masalah yang dihadapi.

"Saudara-saudara, sesuai dengan tugasnya, haruslah sebagai orang pertama yang mengetahui masalah menyangkut kehidupan beragama di lingkungan saudara masing-masing," kata menteri tegas. (ant)