Sunday, 18 February, 2018 - 05:35

Anak Bekerja di Bawah Umur Tanggung Jawab Pemerintah

ILUSTRASI - Pekerja anak di bawah umur. (Foto : merdeka)

Palu, Metrosulawesi.com - Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) menyayangkan anak-anak yang bekerja di bawah umur dan tinggalkan sekolah. KPPA tekankan agar beberapa program pemerintah menyentuh persoalan mendasar atas problema ini.

“Anak-anak berhenti sekolah dan bekerja bukanlah hal yang dibenarkan. Anak-anak harus dilindungi negara. Tidak hanya itu, latar belakang orangtua pun menjadi tanggung jawab negara,” kata Wakil Direktur KPPA Sunardi Katili saat ditemui Sabtu (11/10).

Dijelaskan, latar belakang ekonomi keluarga yang bisa dikatakan memenuhi standar tidak akan membuat anak-anak turut beraktivitas untuk pemenuhan kebutuhan primer mereka. Anak-anak sudah semestinya berpendidikan.

Sunardi Katili mengatakan “Saya pernah mendapati anak-anak ngamen di malam hari dan sekolah di siang hari, yang semestinya fokus pada sekolah. Adapula anak-anak kuli angkut yang pernah saya temui di Pasar Masomba dan Inpres, ini semua kan persoalan latar belakang ekonomi keluarga,” katanya.

Menurutnya, anak-anak saling mengajak satu sama lain untuk mencari uang yang semestinya mereka belajar. Ini sangat disayangkan. Realita seperti ini semestinya tidak ada lagi.
Pemerintah Kota Palu memiliki beberapa program terkait hal ini, baik melalui Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan. Salah satu upaya pemerintah dalam menangani perekonomian keluarga miskin yaitu melalui program padat karya yang berlangsung selama sembilan bulan dan dana penyaluran atas program ini hanya sekitar 15% dari dana yang sudah ditentukan.

“Semestinya pemerintah melalui dinas-dinas sosial yang ada di Kota Palu mampu bekerja secara maksimal dan tepat sasaran. Maka, persoalan anak bekerja di bawah umur secara perlahan dapat teratasi,” ujar Sunardi.

Disisi lain pihaknya mengupayakan untuk melakukan sosialisasi mengenai pentingnya pendidikan. Juga menekankan pada pihak pemerintah agar persoalan pokok terkait anak-anak yang bekerja di bawah umur dapat disentuh.


Editor : Tasman Banto

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.