Tuesday, 18 September, 2018 - 23:57

Anggaran Pilwakot Ditetapkan Rp 15,1 Miliar

Agussalim Wahid. (Foto : Henny Arman)

Palu, Metrosulawesi.com – Setelah melalui proses rasionalisasi sebanyak lima kali bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Palu, akhirnya pada  Jumat (9/5) Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menyetujui anggaran pemilihan Walikota (pilwakot) sebesar Rp. 15,1 miliar. Hal itu diungkapkan Komisioner KPU Kota Palu Agussalim, Sabtu (9/5), di Palu.

Dia menjelaskan bahwa anggaran ini sudah termasuk dengan anggaran Rp 5 Miliar yang telah disediakan sebelumnya oleh Pemkot Palu. Penurunan anggaran yang mencapai Rp 10,3 Miliar tersebut berdasarkan hasil rasionalisasi antara Pemkot Palu dan KPU. Agus mengatakan dari hasil rasionalisasi tersebut disepakati untuk menghilangkan beberapa jenis kegiatan penunjang tahapan pilwakot, diantaranya pembentukan relawan demokrasi, launching  tahapan, dan kegiatan gerak jalan.

“Sebenarnya kegiatan itu sangat penting dilakukan, karena berkaitan dengan sosialisasi. Tetapi pemerintah mencoba merasionalisasi, ini dilakukan karena kerterbatasan anggaran. Sehingga pemerintah hanya membiayai yang ada ditahapan saja. Ini kan hanya penunjang tahapan,” ungkap Agus.

Lanjutnya, pekan depan KPU dan Pemkot Palu akan kembali duduk bersama membicarakan klausul yang akan disepakati dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

“Kita akan bahas klausulnya dulu, baru akan melakukan penandatangan NPHD, ini dilakukan dalam waktu dekat,” katanya.

Agus mengungkapkan minimnya anggaran tidak menyebabkan tahapan pilwakot terganggu.

“Sudah ada rasionalisasi anggaran pilwakot yang dilakukan KPU dan Pemkot, jadi tidak ada masalah. Pemkot Palu telah menetapkan standar harga, seperti kebutuhan logistik untuk bahan kampanye,” katanya.

Labih jauh Agus mengatakan kisaran dana kampanye yang telah disetujui Pemkot Palu sebesar Rp 2 Miliar lebih. KPU Palu mengajukan anggaran kampanye sebesar Rp 150 Ribu per kepala keluarga, sekarang yang disetujui hanya 100 ribu per kepala keluarga,” katanya.

“Ini masih estimasi lima calon. Harapannya jika tidak mencapai lima calon, maka sisa anggaran dari situ akan menutupi kekurangan dari masing-masing kepala keluarga tadi. Anggaran ini nantinya sampai masa pelantikan, Maret mendatang,” jelasnya.

Agus menambahkan bahwa sebelumnya KPU Palu meminta pencairan anggaran dilakukan dalam tiga tahap. Namun Pemkot Palu meminta untuk dicairkan satu kali tahapan.

“Kita lihat saja nanti, kita masih duduk bersama membahas klausul dalam NPHD, Senin ini,” tutup Agus.


Editor : M Yusuf Bj