Friday, 22 June, 2018 - 09:51

APBD Pemprov Hanya Terealisasi 90,29 Persen

PIMPIN RAPAT - Gubernur H Longki Djanggola didampingi Sekda, Asisten II dan Asisten III saat memimpin Rapat TEPRA di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Jumat,19 Januari 2018. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Sulteng tahun 2017 hanya terealisasi diangka 90,29 persen. Namun realisasi itu kata Kepala Biro Pembangunan dan SDA Sedaprov Sulteng, yang juga selaku Sekretaris TEPRA Tuty Zafriana belum termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang sudah terealisasi sebesar Rp103 miliar dalam bentuk TUP sekolah.

“Dari alokasi APBD Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2017 sebesar Rp 3.715.599.923.361 dapat terealisasi sebesar Rp 3.354.805.687.840. Sehingga realisasi APBD sebesar 90,29 persen, tetapi belum termasuk realisasi dana BOS,” terang Tuty di Rapat Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran Pelaksanaan Program dan Kegiatan APBD Periode 31 Desember 2017 yang dipimpin langsung oleh Gubernur H Longki Djanggola di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Jumat,19 Januari 2018.

Tuty menguraikan, realisasi APBD tersebut melalui belanja tidak langsung dari alokasi Rp2,151 triliun lebih terealisasi sebesar Rp1,973 lebih. Alokasi belanja langsung Rp1,563 triliun lebih dapat terealisasi Rp1,381 triliun lebih. Sehingga APBD tahun 2017 tersisa sebesar Rp360 miliar lebih.

“Tapu itu belum termasuk dana BOS yang sementara dilakukan rekon sebesar Rp103 miliar yang akan mempengaruhi dana silva tersebut,” ucap Tuty.

Gubernur Longki dalam kesempatan ini menyampaikan terimakasih kepada kepala OPD yang telah dengan tulus melaksanakan anggaran dan kegiatan termasuk pertanggungjawaban pada masing masing OPD.

Longki dalam kesempatan ini mengungkapkan bahwa TU Pimpinan dapat menghemat biaya operasional pimpinan daerah sebesar Rp5,032 miliar lebih. Olehnya dia meminta Sekretaris Daerah agar dapat melakukan penyesuian anggaran dimaksud.

“Saya mengapresiasi kepala OPD yang melakukan penghematan belanja operasional dan biaya perjalanan dinas. Saya akan memberikan penghargaan kepada OPD tersebut,” ujar gubernur.

Dengan adanya penghematan tersebut, gubernur mengatakan dana tunjangan penghasilan pegawai tahun 2018 dapat dinaikkan. Menurutnya semua itu agar ASN kedepan dapat meningkatkan kinerjanya.

“Untuk itu saya mengucapkan terimakasih atas kinerja kita karena saudara-saudara sudah dapat memperlihatkan kinerja baik. Saya harapkan kepada kepala OPD agar dapat taat dan patuh terhadap realisasi target yang sudah kita tetapkan  untuk tahun 2018. Saya ingatkan supaya mengambil langkah-langkah dalam pelaksanaan kegiatan dan realisasi anggaran tersebut,” tandas Longki.

Adapun target realisasi keuangan 2018 yang sudah ditetapkan  per triwulan  yakni TW I sebesar 17 persen, TW II Sebesar 30 persen, TW III 25 persen dan TW IV sebesar 28 persen. Sedangkan untuk target realisasi fisik yakni TW I sebesar 22 pesren, TW II 30 persen, TW III 25 persen dan TW IV 23 persen.

 
Editor: M Yusuf Bj