Saturday, 29 April, 2017 - 19:43

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Awal yang Manis Dapat Berakhir Tragis

ILUSTRASI - Hindari gula berlebihan untuk hidup yang lebih sehat. (Foto : Google image)

Palu, Metrosulawesi.com - Gambaran nyata kadang tak Nampak sempurna, seperti halnya fenomena gunung es, demikian gambaran pemerikaan kadar gula tidak dapat menggambarkan bagaimana pengendalian kadar glukosa 1 – 3 bulan sebelumnya.

Diabetes Mellitus (DM) atau yang sering dikenal dengan istilah penyakit kencing manis dapat menyebabkan berbagai macam gangguan (komplikasi) kesehatan yang serius pada organ-organ tubuh. Bererapa organ tubuh dapat mengalami komplikasi diabetes diantaranya mata, jantung, ginjal, kaki dan masih banyak yang lain.

Pengendalian DM yang baik sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes dan mencegah timbulnya komplikasi yang dapat mengusik kenyamanan hidup kemudian hari.

Selain dengan pengaturan diet, olahraga dan menggunakan obat sesuai petunjuk dokter, pengendalian DM yang baik dapat dicapai dengan melakukan evaluasi kesehatan secara berkala. Diantaranya dengan melakukan pemeriksaan kadar glukosa (gula) darah puasa dan glukosa 2 jam PP, serta melakukan pemeriksaan HbA1c.

Mengapa perlu periksa HbA1c? apakah periksa glukosa darah saja tidak cukup? Pada dasarnya informasi yang diberikan oleh pemeriksaan glukosa darah berbeda dan saling melengkapi dengan HbA1c , sehingga dengan melakukan pemeriksaan HbA1c bukan berarti tidak perlu periksa glukosa darah. Namun pemeriksaan glukosa darah hanya mencerminkan kadar gula darah pada saat melakukan pemeriksaan. Sedangkan pemeriksaan HbA1c menggambarkan pengendalian diabetes jangka panjang kurang lebih 3 bulan sebelumnya.

Penyandang diabetes perlu melakukan pemeriksaan HbA1c untuk mengetahui rata-rata kadar gula darah dalam waktu 1-3 bulan sebelumnya. Dengan demikian dapat menilai pengendalian diabetesnya dengan tujuan untuk mencegah komplikasi diabetes. Selain itu, pemeriksaan HbA1c juga dapat digunakan untuk menilai efektivitas perubahan terapi.

Informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi laboratorium klinik Prodia, Jl. S. Parman No. 16, Palu (0451-451639 atau 0822 9167 2222).

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.