Thursday, 16 August, 2018 - 23:03

Belum Terakreditasi, Mahasiswa Akper Luwuk Tuntut Pudir Dihukum

Demo Mahasiswa Akper Luwuk. (Foto : diktenews.com)

Luwuk, Metrosulteng.com - Forum Mahasiswa Akedemi Perawat Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah kembali melakukan aksi unjuk rasa di kantor bupati Banggai Rabu, (10/9/2014).

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Akper menuntut agar dr. Anang S Otolua serta beberapa Pudir Akper di copot dari jabatannya serta di berikan sanksi hukum.

Tuntutan itu disuarakan mahasiswa Akper karena mereka menilai jajaran Akper Untad telah membohongi mahasiswa.

Hal ini setelah mahasiswa Akper mendapat keterangan dari Sri. M Hasan selaku Pudir 1 yang menyebut bahwa sampai hari ini status Akper luwuk belum terdaftar di Dikti Kopertis IX dan BAN-PT.

Dalam orasinya, mahasiswa Akper pertanyakan terkait pungutan dana praktek belajar lapangan yang jumlahnya mencapai miliyaran rupiah yang ditransfer ke rekening pribadi dr. Anang di bank Muamalat.

Selain itu menurut salah satu alumni Akper tahun 2011, Ramdan, mahasiwa Akper Luwuk  angkatan 2011 bernama Cristi Natalia terpaksa ditolak ketika mandaftar jenjang S1 di Universitas Samratulangi, Manado karena pendidikan tempat menimba ilmu itu tidak terakreditasi.

Mahasiswa berharap Akper Luwuk bisa cepat terakreditasi oleh BAN-PT. Namun mereka meminta dr. Anang beserta Pudirnya  di copot dari jabatannya dan di proses secara hukum karena telah melakukan komersialisasi pendidikan.

 

Editor : Bandi