Thursday, 20 September, 2018 - 07:05

CV Diana Dilaporkan ke Polres Sigi Terkait Utang Pembangunan Pasar Los Lemosiranindi

KONDISI PASAR - Pembangunan pasar Lemosiranindi, Marawola Barat, belum bisa digunakan akibat kontraktor (CV Diana) belum melunasi utang buruh. Sehingga Komisi II DPRD Sigi turun memeriksa langsung proyek 2015 itu. (Foto: Firmansyah/ Metrosulawesi)

Sigi, Metrosulawesi.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sigi resmi melaporkan CV Diana ke Polres Sigi.

Disperindag Sigi resmi polisikan CV Diana itu, terkait utang Rp 50 juta pembangunan los pasar Desa Lemosiranindi Kecamatan Marawola Barat, yang dibangun menggunakan APBD Tahun Anggaran (TA) 2015. Anehnya hingga sekarang gaji buruh notabene adalah warga setempat yang diberdayakan belum dibayarkan seperpun.

Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan (PPTK) proyek Los Pasar Lemosiranindi, Ridwan, kepada Metrosulawesi mengakui pihak OPD terkait dalam hal ini Disperindag Sigi telah resmi melaporkan persoalan utang CV Diana ke warga setempat ini ke Polres Sigi.

“Persoalan utang pihak kontraktor ini sudah kami (Disperindag Sigi) laporkan ke pihak Reskrim Polres Sigi untuk segera ditangani. Apakah nantinya mengandung unsur pidana, ya, kami serahkan sepenuhnya ke rana hukum,” ungkap pejabat Disperindag Sigi itu, saat ditemui baru-baru ini di Biromaru.

Kepala Disperindag Sigi, Adri DM Singi, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini, mengatakan pembangunan proyek los pasar Lemosiranindi diakui selesai dikerjakan pihak kontraktor sejak 2015 lalu.

Kata dia, buntutnya persoalan ini akibat pihak kontraktor, CV Diana, memiliki utang terhadap warga setempat berupa utang upah tukang, upah buruh, dan pengangkutan material. Sehingga warga marah kemudian merusak asset daerah atap los pasar Lemosiranindi tersebut.

“Proyek los pasar Lemosiranindi tidak mangkrak tapi persoalan ini akibat utang kontraktor terhadap warga setempat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Disperindag Sigi bakal memanggil pihak kontraktor bersangkutan, CV Diana, untuk mempertanyakan utang mereka terhadap warga setempat. Bahkan Disperindag Sigi mendesak pihak kontraktor segera melunasi utangnya itu.

“Jika mereka (kontraktor) enggan melunasi kewajiban bayar utang, maka mewakili warga, Disperindag sendiri yang melaporkan ke Polres Sigi,” terangnya.

Menurutnya, dalam waktu dekat Disperindag Sigi akan bergerak cepat koordinasi dengan Komisi II DPRD Sigi, untuk mencari jalan keluar alias solusi dari persoalan ini. Jangan sampai proyek yang dikerjakan 2 tahun lalu merugikan warga dan merugikan pula fasilitas aset daerah.


Editor: Syamsu Rizal