Tuesday, 12 December, 2017 - 08:52

Daerah Endemis Demam Berdarah di Poso Meluas

dr Djani Moula. (Foto : Wawan)

"Dalam empat bulan terakhir ini ada 153 orang yang terkena DBD dimana tiga orang meninggal dunia," - dr Djani Moula, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso -

Tiga Pasien DBD Meninggal Dunia

Poso, Metrosulawesi.com - Warga di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah diimbau mewaspadai ancaman penyakit demam berdarah (DBD). Selain jumlah penderita yang meningkat, juga terjadi peningkatan daerah endemis demam berdarah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso dr Djani Moula mengatakan, dari 40 daerah endemis, kini menjadi 42. Lokasi endemis terbaru itu, kata dia yaitu Desa Sangira Kecamatan Pamona Utara dan Tokorondo Kecamatan Poso Pesisir.

Dinas Kesehatan setempat juga mencatat terjadinya peningkatan kasus demam berdarah yang signifikan dalam empat bulan terakhir.

"Dalam empat bulan terakhir ini ada 153 orang yang terkena DBD dimana tiga orang meninggal dunia," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso dr. Djani Moula ditemui di ruang kerjanya, Rabu(6/1/2016).

Tiga warga yang meninggal dunia tersebut, kata dia tersebar di tiga kecamatan yang berbeda. Masing-masing satu orang warga Desa Tokorondo Kecamatan Poso Pesisir, warga Kayamanya Kecamatan Poso Kota, dan warga Desa Sangira Kecamatan Pamona Utara.

Menurutnya, meninggalnya ketiga orang itu diduga karena terlambat dibawa ke rumah sakit. Boleh jadi, keluarganya mengganggap hanya sakit demam biasa.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Poso, dr Asnah Awad mengatakan, dari November 2015 sampai pada 1 Januari 2016 pihak RSUD mencatat 76 kasus DBD yang ditangani.

Dia merincikan, November ada 29 kasus yang terjangkit penyakit DBD terdiri dari 7 kasus anak dan 22 kasus Dewasa. Sedangkan Desember ada 47 kasus terdiri dari 16 kasus anak dan 31 kasus dewasa dan yang meninggal dunia satu orang anak.

Adapun Januari 2016, pihaknya masih mengumpulkan data, namun jumlah yang meninggal di tahun tersebut berjumlah dua orang anak.

"Jadi yang kena DBD ini bukan cuma anak-anak. Orang tua juga, tapi yang dominan itu anak-anak, semua ini kami sudah laporkan ke pihak dinas," kata Asnah.

Labih jauh Asnah menyampaikan, selain penyakit DBD yang ditangani, beberapa penyakit terbanyak seperti penyakit gastroenteritis akut (gea) atau diare juga pasien yang masuk di RSUD Poso meningkat.

"Selain penyakit DBD yang banyak, penyakit gea juga pasienya banyak saat ini," pungkasnya.


Editor : Syamsu Rizal

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.