Tuesday, 26 September, 2017 - 13:39

Damran Divonis 18 Bulan, Jaksa Ajukan Banding

ILUSTRASI - Vonis. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sulteng mengajukan banding atas putusan mejelis hakim terhadap Damran, terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan empat dermaga wisata di Kabupaten Parigi Moutong.

Kepala Seksi (Kasi) Penuntutan Kejaksaan Tinggi Sulteng, Cokorda Dian kepada Metrosulawesi mengatakan, akan mengajukan banding atas putusan mejelis hakim memberikan hukuman kepada terdakwa Damran hanya 18 bulan.

JPU tetap pada tuntutannya bahwa terdakwa Damran selaku kontraktor empat item proyek tersebut dituntut selama 5,6 tahun penjara. Terdakwa Damran bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagai yang melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian, dan membayar denda sebesar Rp 200 juta subsidir 6 bulan kurungan.

Seperti diketahui, terdakwa Damran selaku kontraktor diberikan hukuman penjara selama 18 bulan oleh mejelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Palu.

Dalam putusan hakim mengatakan, bahwa terdakwa Damran terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi proyek pembangunan empat dermaga wisata Kabupaten Parigi Moutong.

Sementara itu, ketika ditanya soal putusan bebas terhadap terdakwa Ekka Pontoh, Cokorda mengatakan pihaknya masih pikir-pikir karena masih ada waktu satu minggu untuk pikir-pikir terkait dengan vonis bebas terdakwa Ekka Pontoh oleh mejelis hakim Tipikor pada Pengadilan Negeri Palu.

“Yang jelas kami akan menempuh jalur hukum,” katanya.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.