Sunday, 23 September, 2018 - 22:27

Debat Bahasa Inggris Jadi Kegiatan Favorit

Panitia Pekan Akademik dan Dies Nataslis Untad, Lukman Nadjamuddin (kanan), dan Sekretaris Panitia, Amiruddin Kade (Kiri), dalam konferensi Pers di Press Room kampus Untad, Jumat (28/8/2015). (Foto : Metrosulawesi/Mawan Kurniawan) 

Pekan Ilmiah dan Dies Natalis Untad ke-34

Palu, Metrosulawesi.com - Debat Bahasa Inggris jadi kegiatan favorit dalam rangkaian kegiatan tahunan Pekan Ilmiah dan Dies Natalis Universitas Tadulako yang ke-34. Demikian dikatakan Sekretaris Panitia Kegiatan, Amirudin Kade pada konferensi pers yang berlangsung di Press Room Kampus Untad, Jumat (28/8/2015). 

“Banyak yang berpartisipasi dalam debat Bahasa Inggris, jadi bisa dibilang ini kegiatan terfavorit,” kata Amiruddin Kade.

Ketua Panitia Pekan Akademik dan Dies Nataslis Untad, Lukman Nadjamuddin mengatakan, lomba debat sudah menjadi tradisi yang cukup tua usianya di perguruan tinggi. Kemampuan berdebat di kalangan pakar dan politisi, yang sering disiarkan media televisi banyak yang berasal dari kampus.

“Dalam debat ini, bukan hanya menuntut keterampilan berbahasa Inggris yang baik, tetapi juga kemampuan berargumentasi berdasarkan analisis yang logis dan faktual,” ujar Lukman Nadjamuddin.

Lomba debat menjadi salah satu pilihan, karena disini bisa melihat bagaimana mahasiswa akan mengasah kemampuannya, mengungkapkan ide dalam Bahasa Inggris, sekaligus menjadi pendorong untuk menguasai pengetahuan global.

“Selain itu juga bisa untuk melatih kemampuan analisis, membuat judgement dan keyakinan publik, serta memperkuat karakter mahasiswa melalui pemahaman akan permasalahan nasional dan internasional beserta alternatif pemecahannya,” jelas Lukman Nadjamuddin.

Pada Pekan Ilmih dan Dies Natalis Untad ke 34 tahun ini mengambil tema, ‘Menggali Potensi, Membangun Karakter dan Meningkatkan Daya Saing’.

“Tema ini diambil karena Untad berkomitmen untuk terus memberi ruang berkembangnya potensi mahasiswa, agar menjadi manusia yang kretif, terampil, berkompeten dan berbududaya,” tutur Lukman Nadjamuddin.

Selanjutnya, karakter yang ingin dibangun adalah yang sejalan dengan nama Universitas Tadulako. Tadulako maksudnya memiliki sifat patriotik, kepahlawanan, gigih dan pantang menyerah.

“Sehingga Untad mengikuti semangat kepahlawanan yang pantang menyerah untuk sebuah perubahan,” terangnya.

Puncak Dies Natalis Untad ke 34 akan dilaksanakan pada Senin (31/8/2015) bertempat di Gedung Auditorium kampus tersebut. 

 

Editor : Joko Santoso