Thursday, 14 December, 2017 - 14:33

Deteksi dan Cegah Kanker Serviks Sejak Dini

ILUSTRASI - Kanker serviks. (Grafis : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Kematian Julia Perez atau Jupe dikarenakan kanker serviks yang diderita selama kurang lebih 3 tahun. Jupe meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Salemba, Jakarta Pusat, Sabtu (10/6/2017). Vonis kanker serviks yang dideritanya ini terkuak saat ia meluncurkan bukunya pada tanggal 27 Oktober 2014. Kala itu Jupe membeberkan hasil biopsi kanker serviksnya yang dilakukan di laboratorium di Thomson Medical Centre, Singapura pada tahun 2014 silam.

Wanita memang rentan terserang kanker serviks. Pada tahun 2014, WHO menyatakan terdapat lebih dari 92 ribu kasus kematian pada penduduk wanita akibat penyakit kanker. Sebesar 10,3 %nya merupakan jumlah kematian akibat kanker serviks. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks berjumlah hampir 21 ribu.

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. HPV adalah kumpulan jenis virus yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. Ada banyak jenis HPV yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya. Tapi ada beberapa jenis HPV yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi penyebab munculnya kanker serviks.

Kondom bisa melindungi Anda dari HPV saat berhubungan seks, tapi tidak selalu sempurna dalam mencegah terjadinya infeksi. Saat terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh wanita mencegah virus untuk melukai rahim, tapi pada sebagian wanita, virus HPV bisa bertahan selama bertahun-tahun. Hal ini mengakibatkan sel-sel yang berada di permukaan leher rahim berubah menjadi sel kanker.

Selama bertahun-tahun, sel-sel pada permukaan leher rahim mengalami banyak perubahan. Sel-sel ini bisa perlahan-lahan berubah menjadi kanker, tapi sebenarnya perubahan sel di leher rahim bisa dideteksi sejak dini. Pengobatan ketika sel-sel masih dalam tahap pra-kanker bisa dilakukan agar risiko terkena kanker serviks bisa berkurang. Kanker serviks tidak bisa diobati tapi bisa dicegah agar tidak berkembang dan pencegahannya sejak dini dengan screening serta vaksinasi.

Mengatasi hal tersebut, Laboratorium Klinik Prodia telah menyediakan pemeriksaan untuk deteksi dini/ screening kanker serviks. Screening untuk kanker serviks juga dikenal dengan sebutan pap smear atau tes smear. Pap smear berguna untuk mendeteksi jika ada sel-sel abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. Saat melakukan pap smear, sampel sel diambil dari leher rahim dan diperiksa di bawah mikroskop. Prodia juga telah menyediakan vaksin untuk HPV.

Untuk meningkatkan pelayanan kami untuk anda, kini kami tetap buka di hari libur (kecuali libur hari raya Idul Fitri, Idul Adha, Natal, serta hari Buruh), Prodia hanya tutup tanggal 25-26 Juni, tanggal 24 dan 27 kami tetap buka.

Informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi laboratorium klinik Prodia, Jl. S. Parman No. 16, Palu (0451-451639 atau 082291672222).

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.