Thursday, 29 June, 2017 - 15:32

Disesalkan, Ada Warga Parimo Bangun Rumah di Atas Drainase

TINJAU - Kepala Dinas PUPRP Parigi Moutong, Zulfinasran Ahmad bersama anggota dewan saat meninjau saluran drainase yang terserang banjir. (Foto : Ist)

Parigi, Metrosulawesi.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran Ahmad menyesalkan adanya warga yang membangun rumah di atas saluran drainase.

‘’Kita sesalkan adanya warga membangun rumah di atas saluran drainase, sebab menjadi salah satu penyebab terjadi banjir yang melanda Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, belum lama ini,’’ ungkap Zulfinasran.

Seperti diketahui baru-baru ini, Parigi sempat dihantam banjir yang menggenangi ratusan rumah di Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi.

Pasca banjir, Zulfinasran bersama Lurah Bantaya Andi Rifai dan Anggota DPRD Usman Yamin melakukan peninjauan ke lokasi bencana untuk melihat langsung titik saluran air yang menyebabkan terjadinya penyumbatan hingga menggenangi ratusan rumah di Kelurahan Bantaya.

Diakui, intensitas hujan yang terus meningkat dapat memicu terjadinya banjir, akibat saluran drainase yang seharusnya tidak boleh tersumbat, justru tersumbat.

Ironisnya, katanya, drainase tersebut malah ada warga yang sengaja membangun rumah permanen diatasnya, sehingga, ketika terjadi hujan mengakibatkan luapan air yang begitu tinggi, hingga menutupi badan jalan, yang mengakibatkan jalan lingkar di Kelurahan Bantaya tersebut terpaksa dijebol untuk mengaliri air.

“Kami masih sebatas meninjau dan melakukan pemetaan drainase pembuangan air untuk mengantisipasi penumpukan air hujan sambil menghitung besaran anggaran sebagai bahan usulan,” ujarnya.

Ia mengaku sangat menyayangkan pembangunan rumah permanen milik warga yang berdiri kokoh diatas saluran drainase.
Pasalnya, selain mengakibatkan penyumbatan saluran air, hal itu mengakibatkan terjadinya pendangkalan yang cukup parah.

“Harapan saya, para warga yang membangun rumah permanen diatas saluran drainase agar secepatnya dibongkar agar tidak merugikan orang banyak. Jika tidak bisa dibongkar, kami siap merelokasi dengan catatan masyarakat harus menunggu program relokasi yang akan diusulkan nanti,” katanya.

Sementara itu, Andi Rifai selaku Lurah Bantaya mengaku akan secepatnya menyurati seluruh warga yang memanfaatkan drainase sebagai pondasi bangunan rumah. Mengingat, dampak dari luapan air akan menyusahkan warga lainnya.

“Kami akan berupaya memberikan pemahaman kepada warga yang membangun rumah di atas saluran drainase,” jelasnya.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.