Friday, 22 June, 2018 - 09:53

Disperindagkop Palu Perpanjang Jadwal Pasar Murah

Suasana di pasar murah disperindagkop Palu. (Foto : Ardhi Hidayat/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kegiatan pasar murah yang diselenggarakan oleh Dinas Perindagkop Kota Palu bekerjasama dengan para pelaku distributor bahan pokok jelang lebaran, disambut antusias warga kurang mampu. Sehingga pasar murah yang berlangsung sejak Senin, 13 Juni 2016 itu diperpanjang selama lima hari.

Ketua panitia Moh. Fauzi mengatakan, anngaran pasar murah itu sendiri memberikan harga sesuai distributor, agar dapat membantu masyarakat saat harga barang mulai menanjak naik saat Ramadan.

“Kami memberikan harga dengan harga subsidi, agar dapat mebantu masyarakat karena saat Ramadan seperti ini harga barang sudah naik,” katanya kepada Metrosulawesi, Rabu 15 Juni 2016.

Kegiatan pasar murah tahun ini, hanya memberikan tiga komuditi saja yang bersubsidi, yaitu gula, beras, serta minyak goreng. Dimana tiga  komuditi itu memiliki  harga berbeda, yaitu menggunakan kupon subsidi dan non subsidi.

“Sayangnya kami hanya mendapat anggaran untuk subsidi itu hanya 3 komuditi yaitu beras, gula dan juga minyak goreng,” katanya. 

Dalam 3 komuditi itu memiliki harga dengan tanda bayar memperlihatkan kupon subsidi, misalnya beli harga 15 ribu, dengan kupon tersebut masyarakat dapat potongan harga misalnya 3 ribu sehingga mereka hanya membayar 12 ribu saja.

Namun  subsidi yang ada sepertinya masih kurang untuk masyarakat, dimana gula hanya 2,5 ton, serta beras hanya 5 ton, sehingga subsidi tersebut hanya berlaku untuk 3 komuditi tersebut.

“Kami hanya dapat anggaran gula 2,5 ton, dan juga dari beras 5 ton, makanya harga subsidi hanya bisa berlaku untuk 3 komuditi tersebut,” jelasnya.

Ia juga berharap agar pemerintah bisa memasukan tambahan anggaran untuk kegiatan pasar murah ini tahun depan. 

“Kami juga berharap pemerintah dapat memasukan anggaran untuk kegiatan pasar murah seperti ini tahun depan, sehingga volume serta komuditinya bisa ditambah lagi, seperti susu bisa diberi subsidi, dan bukan hanya masyarakat bawah saja, tapi semua kalangan masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” jelas Fauzi.


Editor : Subandi Arya