Tuesday, 17 January, 2017 - 21:05

Dua Koperasi Wadahi Angkot di Palu

Setyo Susanto saat berdiskusi dengan Ketua Koperasi Mitra Mandiri Sejahtera, Asri serta Organda Sulteng di salah satu cafe beberapa waktu lalu. (Foto ; M Yusuf BJ/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu Setyo Susanto, A.Td mengatakan pihaknya mulai lakukan pembenahan trayek angkutan umum di Kota Palu, salah satunya yaitu meminta angkutan kota untuk terdaftar dalam suatu Badan Hukum.

“Saat ini ada dua badan hukum berbentuk koperasi yang mewadahi angkutan umum di Kota Palu, yaitu Koperasi Mitra Mandiri Sejahtera yang diketuai oleh Bapak Asri dan Koperasi Mitra Tiga Serangkai yang dikuai oleh Bapak Astam. Sebaiknya angkot di Palu terdaftar pada dua koperasi tersebut, karena merupakan keinginan aturan perundang-undangan,” jelasnya usai rapat bersama antara pemilik angkutan kota di Kantor Dishub Palu belum lama ini.

Setyo mengungkapkan bergabungnya angkot pada dua koperasi tersebut juga memudahkan pihaknya untuk melakukan monitoring, sosialisasi aturan, serta evaluasi kinerja angkutan kota.

”Jadi ketika terjadi masalah angkutan kota, misalnya soal trayek, kami tidak perlu lagi memanggil seluruh sopir angkot, tinggal bertemu dengan dua pimpinan koperasi tersebut, yang dimana mereka telah mewadahi beberapa angkutan kota di Palu. Jadi hal ini lebih efektif,” jelasnya.

Menurut Setyo, lebih baik lagi jika angkutan umum di Kota Palu diwadahi oleh satu koperasi saja.

“Sebenarnya satu koperasi saja yang mewadahi angkuta kota, ini lebih baik. Namun sekarang di Kota Palu ada dua koperasi angkutan kota, jadi kami gunakan keduanya. Hal tersebut untuk efisiensi. Intinya pembenahan trayek dapat dilakukan, dengan terlebih dulu membenahi wadah angkutan kota,” katanya.

“Angkutan kota dibawah badan hukum juga berguna untuk memudahkan bantuan pusat cair ke daerah. Karena pusat akan melihat ini, apakah sudah ada wadah atau badan hukum yang mengayomi angkot. Karena perintah UU-nya demikian,” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya meminta kepada dua pimpinan koperasi tersebut untuk mendata anggotanya.

“Kami meminta data anggota dua kopperasi tersebut, berapa jumlah anggotanya. Selain itu, kami juga meminta agar dipilah, mana angkutan kota yang berdomisili di Kota Palu dan mana yang tidak berdomisili di Kota Palu. Karena banyak angkutan kota sudah berpindah tangan ke orang Sigi, Donggala, atau kabupaten lainya,” jelas Setyo.

Sementara itu, Ketua Koperasi Mitra Tiga Serangkai Astam mengatakan pihaknya mendukung langkah Dishub Palu.

“Kami mendukung langkah Dishub untuk membangun sinergitas dengan kami. Kami hanya menginginkan kemajuan bagi angkot yang beroperasi di Kota Palu,” katanya.

Terkait keinginan Dishub Palu agar angkot tergabung dalam satu wadah koperasi saja, menurutnya hal itu harus melalui penilaian kinerja.

“Saya tidak keberatan Dishub ingin satu koperasi saja yang mewadahi angkot di Palu. Namun hal itu harus dinilai dari kinerja koperasi tersebut. Silahkan Dishub menilai, mana kinerja koperasi yang baik, kemudian memilih koperasi tersebut, kami tidak masalah,” jelasnya.

Hal yang senada diungkapkan Ketua Koperasi Mitra Mandiri Sejahtera, Asri.

“Kami siap bersinergi dengan Dishub Palu untuk menata angkot di Kota Palu. Segera mungkin kami akan memberikan data jumlah angkot yang terdaftar pada kami,” katanya.

“Yang jelas kami mendukung langkah Dishub Palu yang ingin menghidupkan kembali angkot di Kota Palu. Karena memang selama ini, angkot di Kota Palu seakan-akan mati suri,” tambahnya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Bintang Delapan