Saturday, 21 October, 2017 - 13:00

Dusun Kantong Produksi Pertanian di Donggala

TUNGGU LISTRIK - Masyarakat Dusun Bontopangi, Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala yang sampai saat ini belum menikmati listrik PLN. (Foto : Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Listrik PLN Segera Masuk di Bontopangi

MASYARAKAT di Dusun Bontopangi, Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala tak lama lagi menikmati listrik PLN. Perusahaan milik negara PLN sudah melakukan survei dan ditargetkan tahun ini dusun ini akan diterangi listrik PLN.

Selama ini warga dusun mengeluhkan lambannya pembangunan infrastruktur di desanya. Bahkan kebutuhan paling urgen, yakni listrik dari pemerintah belum menyentuh daerah itu.

Desa Tonggolobibi terdiri dari delapan dusun, hampir semuanya sudah teraliri listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun ada dua dusun yang masyarakatnya belum bisa menikmati fasilitas tersebut, yakni masyarakat Dusun Bontopangi dan Silobo yang jumlah penduduknya mencapai 200 kepala keluarga.

Bukan hanya soal listrik, masyarakat di Dusun Bontopangi juga mengeluhkan fasilitas jalan yang belum beraspal sampai saat ini. Padahal di sana kerap dijadikan salah satu lokasi pengambilan material untuk kebutuhan pengaspalan di sejumlah daerah.

"Memang dari dulu sampai sekarang itu kita selalu keluhkan masalah listrik sama jalan ini. Kita sudah sering bermohon, cuma belum ada sampai sekarang," ungkap Kepala Dusun Bontopangi Sanatang saat ditemui beberapa waktu lalu.

Hal serupa juga diutarakan oleh sejumlah masyarakat di sana. Mereka sangat mengeluhkan belum adanya sentuhan pembangunan infrastruktur. Padahal, di daerah tersebut merupakan kantong produksi, di mana hampir seluruh penduduknya bertani.

"Kami masyarakat Bontopangi sangat mengharap aliran listrik di dusun ini, hingga hari ini dusun kami belum tersentuh penerangan, memang ada beberapa rumah yang telah menggunakan genset (generator) namun hanya beberapa kepala keluarga saja," ungkap Hafid, masyarakat Dusun Bontopangi, Sabtu 11 Februari 2017.

Meski sebagian sudah menggunakan listrik bertenagan generator, namun secara umum masyarakat di sana hanya menggunakan penerangan seadanya seperti lentera atau pelita.

"Selain masalah listrik, di dusun kami juga ada masalah jalan, jalan di dusun ini belumlah teraspal, padahal material pembuatan jalan aspal desa  dan daerah sekitarnya diambil dari dusun ini," ungkap dia.

"Olehnya kami sebagai masyarakat mengharapkan kepada pemerintah setempat maupun daerah mau memperhatikan keadaan daerah kami utamanya masalah penerangan dan aspal jalan," harapnya.

Terkait hal ini, Kepala Desa Tonggolobibi juga mengamini. Pihak pemerintah desa membenarkan bahwa kebutuhan listrik dan jalan di dusun tersebut memang menjadi hal yang selalu dikeluhkan warga.

Kepala Desa Tonggolobibi Nasruddin mengakui masyarakat di daerah itu kerap mengeluhkan belum adanya pembangunan infrastruktur pendukung perekonomian warga di sana, khususnya listrik dan akses jalan yang belum beraspal.

"Setiap tahun anggaran kami bermohon agar dusun yang belum ada aliran listriknya dapat diberi aliran. Dan setiap musrembang merupakan prioritas utama Desa Tonggolobibi. Kami sangat berharap untuk dapat terealisasi tahun ini," ungkap Kades Nasruddin.

Sementara itu, pihak PLN Rayon Tambu yang mencakup wilayah tersebut saat dihubungi Metrosulawesi memberikan harapan positif. Pihak PLN mengatakan kebutuhan listrik di daerah itu akan segera terpenuhi.

"Kami sudah masukkan gambar. Jadi yang diperiksa (survei lokasi) kemarin langsung kami masukkan di anggaran. Kalau sudah masuk (ke PLN Area Palu), tinggal lihat siapa pemenangnya (pemenang proyek)," kata Manager PLN Rayon Tambu Nurdin.

Kata dia, rencana pembangunan infrastruktur listrik di daerah tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan beberapa daerah lainnya di Kecamatan Sojol, seperti sebagian di Desa Siboang dan Desa Pesik.

"Karena program pemerintah itu di 2018  tidak ada lagi daerah yang belum dialiri listrik," katanya.

Sehingga, pembangunan listrik di sana diupayakan terealisasi di tahun ini.

Selain pembangunan koneksi baru, PLN juga berencana mengupayakan kebutuhan listrik di daerah Kecamatan Sojol bisa terpenuhi selama 24 jam. Karena sampai saat ini listrik disana hanya beroperasi 12 jam saja, yakni pada malam hari.

"Jadi kami ada rencana mau koordinasi sama pemerintah setempat juga, seperti camat dan tokoh-tokoh di sana supaya bisa listrik di sana hidup (menyala) 24 jam," jelas dia.

Hal serupa disampaikan Kepala PLN Area Palu Emir Muhaimin saat dihubungi beberapa waktu lalu. Menurutnya kendala listrik daerah itu juga dikarenakan sumber tenaga listrik yang masih terbatas.

"Kalau saya tidak salah memang di daerah tersebut kapasitas mesin masih kurang, saat ini kami sedang berusaha menambahkan mesin pembangkit di daerah tersebut. Mudah-mudahan dalam semester 1 ini bisa selesai," kata dia.

"Untuk detailnya nanti saya coba diskusikan dengan teman-teman yang menangani," jelasnya.

Sementara berdasarkan penjelasan petugas di Kantor PLN cabang yang ada di Desa Siboang, lokasi sumber tenaga pembangkit listrik untuk wilayah Sojol terdapat 14 unit mesin pembangkit listrik. Namun saat ini yang beroperasi hanya 8 unit saja.  Sehingga masyarakat di sana sangat berharap apa yang dikeluhkan dapat segera direalisasikan oleh pihak pemerintah.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.

Berita Terkait