Sunday, 19 November, 2017 - 14:47

Eksis Asik di Sate Mobil

SUGUHKAN KEINDAHAN - Karyawan “Sate Mobil” Bukit Indah foto bersama dengan latar mobil disusun mirip sate. (Foto : Dok Metrosulawesi/ Tahmil Burhanudin)

SIAPA tak kenal sate? Kuliner yang satu ini merupakan makanan khas Indonesia yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Tapi, bagaimana jika sate yang bahan utamanya daging, diganti menjadi mobil bekas? Nah untuk "menu" unik itu, rasanya cuma ada di Palu.

Ya, sate mobil ini merupakan ikon tempat wisata yang kepunyaan Tadjuddin Lantagi.

Lokasi wisata 'sate mobil' ini di bukit antara Desa Kanuna, Kecamatan Kinovari, Sigi, dan wilayah Padanjese, Kelurahan Donggala Kodi.

Namanya Sate Mobil Bukit Indah Kanuna – Padanjese Wisata and Resto. Dinamakan Sate Mobil karena memang ada mobil yang disusun tampak seperti sate.

Tempat wisata yang menyuguhkan pemandangan berbagai kendaraan mulai dari darat, laut, hingga udara ini dibangun di area seluas kurang lebih 20 hektare. Bahkan di tempat wisata itu nantinya akan ada kebun binatang mini serta berbagai spot lainnya yang terletak dalam satu lokasi.

Letak objek wisata sate mobil ini letaknya sekitar 5-6 kilometer dari keramaian Kota Palu. Saat memasuki lokasi wisata, pengunjung akan langsung disuguhkan dengan susunan sejumlah mobil sedan tua berwarna-warni bak sate, ditancapkan di tanah dengan ketinggian sekitar 10-15 meter.

Selain berfoto dengan latar sate mobil, pengunjung akan menikmati pemandangan indah Kota Palu dari atas bukit.

Tidak hanya tumpukan mobil saja, di sana juga terdapat sejumlah kendaraan antik dan unik. Kendaraan tersebut akan dijadikan sebagai restoran dimana di dalamnya akan disusun kursi dan meja untuk bisa dijadikan tempat menikmati hidangan oleh para pengunjung nantinya.

Bukan hanya mobil, ada juga pesawat hercules yang sengaja dirancang untuk dijadikan sebuah restoran di sana.

“Pokoknya temanya armada, jadi semua armada atau angkutan yang kita kenal akan kita hadirkan, dari kereta api, kapal laut sampai pesawat. Cuman kalau pesawat kan susah kita mau datangkan ke lokasi ini jadi saya rakit sendiri dari mobil dan besi tua bahannya,” ujar pria berusia 61 tahun itu.

Tidak sampai di situ, di sana juga akan ada kebun binatang mini dan wisata kuliner. Selain melihat pemandangan dengan berbagai hewan yang sengaja dipelihara, pengunjung akan disuguhkan berbagai kuliner khas nusantara.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.