Tuesday, 26 September, 2017 - 13:36

Hadapi MEA, Harusnya Sekolah Ajarkan Bahasa Mandarin

Asisten II Pemkot Palu, Ansyar Sutiadi Rasyid minta agar sekolah juga mengajarkan Bahasa Mandarin, Selasa (12/1/2016). (Foto : Metrosulawesi/Joko Santoso)

Palu, Metrosulawesi.com – Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sekolah disarankan untuk tidak hanya memberikan bekal kepada para muridnya dalam bentuk keterampilan saja, tetapi juga bekal kemampuan komunikasi bahasa, selain Bahasa Inggris juga Bahasa Mandarin, karena beberapa negara ASEAN bahasa Mandarin sudah diwajibkan di sekolah-sekolah, mengingat Tiongkok merupakan salah satu negara terbesar di ASIA.

Hal ini dikatakan Asisten II Pemkot Palu, Ansyar Sutiadi Rasyid saat menyampaikan sambutannya mewakili penjabat wali kota, pada kegiatan peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW di SMA Negeri 2 Palu, Selasa (12/1/2016).

“Karena saya lihat di bebarapa Negara, seperti Singapura dan Malaysia itu bahasa mandarin sangat dibutuhkan, ini sebagai salah satu bekal pelajar kita dalam menghadapi MEA,” kata Ansyar.

Sementara itu Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Rustam Akas menyebutkan, bahwa dalam kurikulum 2013 kecerdasan intelektual berada pada nomor urut ketiga setelah kecerdasan budi pekerti dan spiritual.

“Untuk itulah, melalui hikmah maulid nabi ini, harus kita jadikan sebagai momen untuk meneladani kehidupan nabi besar Muhammad SAW yang mengandung banyak pelajaran bagi umatnya,” katanya.

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.