Tuesday, 12 December, 2017 - 08:47

Hutan Kota di Palu Dibangun Tahun Depan

Kepala Dinas Penataan Ruang dan Perumahan Kota Palu, Singgih B Prasetyo. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Master plan hutan kota di Palu dirancang oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu perguruan tinggi ternama di propinsi Jawa Barat.

Sebelumnya Walikota Palu Hidayat menandatangani Meorandum of Understanding (MoU) bersama pihak Institut Teknologi Bandung beberapa waktu lalu.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Penataan Ruang dan Perumahan Kota Palu Singgih B Prasetyo, di ruang kerjanya, Rabu 20 Juli 2016.

Dia menjelaskan proses desainnya direncanakan dalam waktu dekat sehingga Pemkot Palu harus lebih bersabar untuk menunggu desain.

“Proses pembangunan hutan Kota dipastikan tahun depan bisa terlaksana. Jika perencanaan dan penyusunan desain master paln selesai di tahun ini,” jelas Singgi.

Lebih lajut, Singgi menjelaskan selain penyusunan master Plan nantinya pihak ITB, sekaligus akan membuat detail engineering design (DED) atau perencanaan detail hutan Kota tersebut. Tujuannya, kata dia mempercepat proses pembangunan yang dimaksud.

“Master plan hutan Kota itu, sebagai bentuk tindaklanjut dari pada kerja sama Pemkot Palu dan Pemerintah Boras Swedia, untuk membangun satu kawasan konservasi untuk kepemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH),” kata Singgih.

Hutan kota dibuat berdasarkan Undang Undang (UU) nomor 26 Tahun 2007 tentang Ruang Terbuka Hijau mengamanatkan bagi setiap Kota wajib mebebaskan lahannya sebesar 30 persen dari luas wilayah Kota tersebut untuk kepentingan RTH.

Sementara itu, Singgih mengatakan menggandeng ITB untuk membuat master plan karena perguruan tinggi itu sudah teukur serta memiliki relasi luas di pemerintah pusat.

“Nah, kenapa ITB yang kita Pakai? Karena selama ini ITB, punya akses lebih baik ke Kementerian. Artinya, kita tidak mengucilkan perguruan tinggi di Kota Palu, kita tetap bekerja sama dengan perguruan tinggi di Palu untuk membangun hutan kota tersebut,” ujarnya.

Disamping itu papar dia, Pemkot Palu juga sebelumnya telah membuat animasi hutan kota, namun gambar bergerak itu belum detail sepenuhnya, sehingga masih ada baberapa kekurangan dalam gambar tersebut.

"Kita sudah punya gambar animasinya, tapi itu belum detail. Nah sehingga hal ini perlu didukung dengan detail engineering design (DED) atau perencanaan detail hutan Kota," lanjut Singgih.

Walikota Palu Hidayat mengatakan, "Pemerintah Kota Boras membutuhkan perencanaan pengembangan hutan kota untuk merealisasikan kerja sama dengan Pemkot Palu."

Menurut Hidayat, ITB akan merancang pengembangan hutan kota yang saat ini berstatus arboretum di Kecamatan Palu Timur seluas 109 hektare untuk dijadikan dasar kerja sama Pemkot Palu dan Pemkot Boras.

Arboretum, kata dia, akan diubah menjadi hutan kota yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan rekreasi dan pendidikan, serta pemenuhan ruang terbuka melalui kerja sama dengan Pemkot Boras.

Ia menguraikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah melimpahkan arboretum tersebut kepada Pemkot Palu untuk dimanfaatkan menjadi ruang yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

"Arboretum kita saat ini belum dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Pemkot Palu berupaya agar kawasan tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat untuk rekreasi serta menjadi lokasi penelitian pengembangan ilmu pengetahuan," ujarnya.

Pemkot Palu telah mengusulkan empat proyek kepada pemerintah Kota Boras pada awal tahun 2016. Empat proyek itu adalah pengolahan limbah rumah tangga sebagai sumber tenaga listrik, pengolahan limbah kotoran manusia sebagai sumber tenaga listrik.

Kemudian, pembangunan dan pengembangan hutan kota seluas 109 hektare dan pelaksanaan sekolah lingkungan di Kota Palu.

Proyek-proyek itu, kata Hidayat, mendapat respons yang positif atau diterima Pemkota Boras.

"Perutusan Pemkot Boras beberapa bulan silam datang ke Kota Palu, melihat lokasi. Pada prinsipnya, Pemkot Boras sangat merespons usulan Pemkot Palu," katanya.


Editor : Syamsu Rizal

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.