Monday, 20 August, 2018 - 13:13

IMIP Butuh 2.000 Operator Alat Berat

TRAINING - Pelatihan operator yang diselenggarakan PT IMIP bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Morowali. (Foto: Ist)

Morowali, Metrosulawesi.com - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Morowali menggelar pelatihan massal khusus untuk mencetak tenaga-tenaga operator alat berat yang bisa dipekerjakan di perusahaan itu.

Manajer Departemen Sumber Daya Manusia PT IMIP, Achmanto Mendatu mengatakan, kegiatan pelatihan massal ini dilakukan, menyusul sulitnya mencari tenaga kerja yang memiliki keahlian sebagai operator alat berat.

"Sejak tahun 2017, kami sudah membuka lowongan kerja untuk 2.000 operator alat berat tapi sampai saat ini yang mendaftar dan dianggap memenuhi persyaratan tidak mencapai setengahnya,” kata Achmanto Mendatu, Rabu 6 Juni 2018.

Pria yang akrab disapa Datu itu mengatakan, pada bulan April tahun 2018, pihaknya bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat berkeliling dalam mensosialisasikan kegiatan pelatihan tersebut ke seluruh kecamatan yang berada di Kabupaten Morowali. 

"Tujuannya adalah, untuk menjaring peserta pelatihan sebanyak-banyaknya karena kebutuhan tenaga operator alat berat di PT IMIP juga besar," katanya.

Namun kata Datu, untuk gelombang pertama, dari target 200 peserta pelatihan operator alat berat, jumlah warga Kabupaten Morowali yang mendaftar di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi hanya sebanyak 60 orang atau belum mencapai setengah dari kursi yang disiapkan.

"Kami juga kaget. Padahal, pelatihan ini gratis loh. Seluruh biayanya termasuk unit-unit alat berat yang digunakan dalam pelatihan ditanggung oleh PT IMIP. Artinya, pelatihan ini gratis buat peserta.Untuk sementara,pelatihan di khususkan buat warga Kabupaten Morowali,” ungkapnya.

Mengenai minimnya peserta pelatihan, Datu juga mengaku sama sekali tidak mengetahui penyebabnya. Meski demikian, pihaknya terus berkomunikasi dengan Pemda Morowali agar jumlah peserta pelatihan operator alat berat bisa bertambah.

“Tapi itu ada batasnya. Jika benar-benar tak ada lagi warga Morowali yang berminat mengikuti pelatihan ini sementara kebutuhan kami akan tenaga operator alat berat yang ahli dan cakap terus bertambah, otomatis kami akan memberi peluang kepada warga di luar Kabupaten Morowali,” sebut Datu.

Sementara itu, Senior Vice Presiden PT IMIP, Slamet Viktor Panggabean mengatakan, pihaknya memperkirakan kebutuhan akan tenaga kerja ahli di kawasan PT IMIP diperkirakan terus bertambah, seiring masuknya sejumlah investasi baru di tempat itu.

"Tiga pabrik dan dua PLTU saat ini sedang dalam persiapan untuk dibangun, tentunya membutuhkan tenaga-tenaga operator alat berat yang ahli, syukur-syukur kalau kami bisa mendapatkan yang sudah tersertifikasi,” kata Slamet.

Menurut Slamet, pihaknya sampai saat ini masih fokus untuk lebih memprioritaskan tenaga kerja asal Kabupaten Morowali. Namun karena fakta di lapangan memperlihatkan bahwa jumlah peserta pelatihan tak mencapai setengah dari kuota yang disiapkan, pihaknya mulai membuka komunikasi dengan pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tengah.

"Semoga peserta pelatihan bisa bertambah dan tenaga kerja lokal ahli yang kami butuhkan untuk operasional pabrik juga bisa terpenuhi,” pungkas Slamet.


Editor: Syamsu Rizal

Tags: