Thursday, 20 September, 2018 - 06:55

Irwan Lapatta Sebut Donggala Terpuruk

KAMPANYE - Mohammad Irwan Lapatta yang tak lain Bupati Sigi berorasi pada kampanye akbar pasangan Vegata (Vera Elena Laruni – Taufik M Burhan) di Toaya, belum lama ini. (Foto: Firmansyah/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.com – Mohammad Irwan Lapatta yang tak lain Bupati Sigi menyebutkan angka kemiskinan di Sigi menurun 2018. Sehingga Pemkab Sigi memperoleh urutan ketiga angka kemiskinan terendah di Sulawesi Tengah.

Kata dia, ketika dibandingkan dengan angka kemiskinan di Kabupaten Donggala. Posisi Pemkab Donggala saat ini sedang terpuruk karena angka kemiskinan Donggala meningkat luar biasa. Dan memperoleh posisi ke-13 paling bawah di Sulteng.

“Kami bersyukur di Sigi terus mengalami perubahan sedikit demi sedikit. Alhamdulilah ketika dibandingkan dengan Donggala, perubahan Sigi jauh lebih baik,” ungkap Irwan Lapatta, saat berorasi di kampanye akbar pasangan Vegata (Vera Elena Laruni – Taufik M Burhan) di Toaya, belum lama ini.

Irwan Lapatta, yang juga menjabat koordinator tim pemenangan Golkar wilayah Donggala-Sigi itu, menambahkan, angka ekonomi Sigi terus mengalami perbaikan secara drastis, melalui program ekonomi kerakyatan sesuai visi misinya itu. 

Sementara Donggala, merupakan daerah tertua memiliki APBD lebih dari Rp 1 Triliun itu, kata dia, belanja pegawai lebih besar dari pada belanja modal yang sangat kecil. Progress pembangunan Donggala terbalik 40 persen, sehingga angka ekonominya tidak meningkat.

“Padahal pelayanan dasar membangun jembatan, jalan, irigasi, dan air bersih itu sangat penting. Bagaimana hendak membangun Donggala kalau belanja pegawai terlalu besar,” ujarnya.

Menurutnya, selama 13 tahun berada di Pemkab Donggala saat itu. Donggala itu 5 kali meraih predikat WTP berturut-turut. Kemudian 5 kali pula memperoleh piala Adipura dari pusat. Sehingga masa itu anggaran Donggala selalu ditambah dari pemerintah pusat.

“Kebetulan saya pernah 13 tahun lebih bekerja di birokrat Donggala. Jadi saya tahu persis Donggala saat ini mengalami keterpurukan,” pungkasnya. 

 

Editor: Syamsu Rizal