Tuesday, 22 August, 2017 - 04:33

Jalan Tolitoli-Sandana Longsor

BANTU WARGA - Personil Kompi 4 Yon A Pelopor Satbrimob Polda Sulteng membantu pengendara sepeda motor melintasi jalan longsor di Tolitoli. (Foto : Ist)

Tolitoli, Metrosulawesi.com - Terjadi beberapa titik longsor di poros jalan trans sulawesi yang menghubungkan Kota Tolitoli dan Desa Sandana.

Hasil pantauan Jumat siang, 16 Juni 2017, beberapa titik longsor pada jalur padat tersebut kerap membahayakan pengendara yang melintas. Pasalnya, sudah sepekan, tumpukan material longsor belum dibersihkan. Pohon tumbang pun masih terlihat di badan jalan.

Menanggapi hal itu, Bupati Tolitoli, H Moh Saleh Bantilan yang sempat melintas jalan poros tersebut menuju Bandara Udara Sultan Bantilan meminta agar Kadis PUPR Tolitoli berkoordinasi secepatnya dengan PU Provinsi untuk perbaikan jalan tersebut.

Diketahui jalan tersebut adalah penghubung utama Kota Tolitoli dan bandara. Artinya, jalan tersebut juga merupakan poros utama pintu masuk Kota Tolitoli dari arah utara termasuk dari kabupaten Buol dan Provinsi Gorontalo.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas PUPR Tolitoli, Ir Mudjidin mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan provinsi termasuk melaporkan badan jalan trans sulawesi yang mengalami kerusakan akibat banjir yang menyapu Kabupaten Tolitoli 3 dan 11 Juni 2017.

“Dinas PU Tolitoli sendiri tengah fokus membersihkan sisa lumpur yang masih menutupi sejumlah ruas jalan dan saluran. Kami bersama instansi lain, termasuk TNI Polri dalam melaksanakan tanggap darurat mengerahkan segala kemampuan secara bahu membahu membersihkan material, terutama lumpur yang ditinggalkan banjir dua kali itu,” kata Mudjidin.

Sementara itu, jalan rusak akibat banjir juga masih terjadi dari arah selatan Kota Tolitoli, tepatnya di Desa Lampasio. Beberapa titik di arah selatan Kota Tolitoli, seperti di Bambuan, Desa Lampasio dan Ogomatang, ketinggian air yang berada di jalan poros masih mengganggu kendaraan yang melintas, terutama pengendara roda dua.

Beberapa hari lalu, jalan di kawasan Bambuan terbilang paling parah di terjang banjir. Kendaraan roda empat pun ridak bisa melintas di poros tersebut. Ketinggian air setinggi orang dewasa.

Secara tehnis kata kadis PU Tolitoli, banyak badan jalan yang mengalami kerusakan sampai hingga harus ditinjau kembali.

“Terutama ketinggian jalannya. Kalau di tengah kota, badan jalan yang ada perlu dikuatkan salurannya, agar air tidak menggenangi badan jalan,” kata Mudjidin.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.