Tuesday, 22 August, 2017 - 05:44

Jasa Raharja Percepat Pembayaran Santunan Musibah Mudik

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sulteng, Amiruddin Zein. (Foto : Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - PT Jasa Raharja (Persero) akan mempercepat pembayaran santunan bagi korban kecelakaan yang mengalami musibah selama aktivitas mudik dan balik pada Idul Fitri 1438 H. Hal ini diungkapkan Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sulteng Amiruddin Zein saat ditemui di Kantornya, Jumat, 16 Juni 2017.

“Kecelakaan yang terjadi pada periode H-7 hingga hari H lebaran akan dibayarkan pada Senin, 3 Juli. Sedangkan kecelakaan yang terjadi pada periode H+1 hingga H+7 akan dibayarkan pada Selasa, 4 Juli,” ujar Amiruddin.

Untuk memastikan dan menjamin warga yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas bisa terlayani, PT Jasa Raharja membuka posko pelayanan di Kantor Jasa Raharja Sulteng jalan R.A Kartini No. 108 Palu. Posko itu dibuka secara khusus dalam momen cuti bersama jajaran aparatur pemerintahan dan hari libur lebaran.

“Tapi kalau untuk korban luka-luka yang dirawat dirumah sakit, Jasa Raharja akan langsung menerbitkan guarantee letter atau jaminan biaya perawatan,” tutur Amiruddin.

Besaran santunan bagi korban kecelakaan yang diberikan PT Jasa Raharja berdasarkan dua peraturan Menteri Keuangan. Peraturan pertama adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.10/2017 tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut, dan Udara.

Sedangkan peraturan kedua adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 16/PMK.10/2017 tentang Besar Santunan dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Menurut dua peraturan tersebut, santunan untuk korban meninggal dunia adalah Rp50 juta, cacat tetap maksimal Rp50 juta, perawatan maksimal Rp20 juta.

Sedangkan penggantian biaya penguburan bagi yang tidak memiliki ahli waris adalah Rp4 juta, penggantian biaya pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) Rp1 juta dan penggantian biaya ambulans Rp500 ribu.

“Semua petugas kami di daerah-daerah juga siaga, karena kita tidak tau kapan dan dimana kecelakaan akan terjadi,” tandas Amiruddin.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.