Monday, 23 October, 2017 - 10:45

Jasa Raharja Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas

SOSIALISASI - Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja Sulteng, Alwin Bahar bersama personil Polres Palu mensosialisasikan tertib berlalu lintas di STIK IJ Palu di jalan Towua, Sabtu, 12 Agustus 2017. (Foto : JR Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.com - PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulawesi Tengah bersama personil Polres Palu kembali mensosialisasikan tertib berlalu lintas. Sosialiasi kali ini goest to campus di STIK IJ Palu di jalan Towua, Sabtu, 12 Agustus 2017.

Kegiatan ini juga terselenggara atas dukungan Honda sebagai salah satu upaya untuk menekan pelanggaran lalu lintas, khususnya kecelakaan dengan mengedepankan sosialisasi tata tertib berlalu lintas kepada para mahasiswa.

Polri yang merupakan sebagai penegak hukum, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, memiliki tanggung jawab moral terhadap situasi keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran lalu lintas di jalan raya.

Kepala Unit Operasional PT Jasa Raharja Sulteng, Alwin Bahar menuturkan, dengan semakin banyaknya sepeda motor di jalan raya, tentu semakin menambah resiko kecelakaan. Apalagi di Kota Palu masih banyak ruas jalan yang belum bisa memberikan jalur khusus untuk pengendara sepeda motor.

Akibatnya, pengendara sepeda motor harus berdesak-desakan dengan pengendara mobil, bahkan truk yang resiko kecelakaannya lebih tinggi terlebih jika sipengendara tak berhati-hati.

“Jasa Raharja pengemban amanat UU 33 tahun 1964 tentang Pertanggungan Wajib Kecelakaan dan UU 34 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas yang bertugas memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas angkutan umum darat, laut dan udara. Melalui konsep PRIME korban kecelakaan alat angkutan penumpang umum dan lalu-lintas jalan ditetapkan jangka waktu penyerahan santunan maksimal selama tujuh hari. Namun dalam kenyataannya Jasa Raharja Sulteng mampu menyerahkan santunan rata-rata satu hari,” tutur Alwin.

Sementara Kanit Dikyasa Sat Lantas Polres Palu, Ipda Anggun Trisna Ayu, juga menghimbau kepada mahasiswa untuk melengkapi surat-surat kendaraan maupun pengendara. Seorang pengendara kendaraan bermotor diwajibkan harus memiliki SIM (surat ijin mengemudi), STNK dan surat-surat lainnya.

Dengan dilaksanakanya sosialisasi tertib berlalu lintas kepada mahasiswa tersebut, diharapkan dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa dalam berkendara. Selain itu juga diharapkan memberikan pengetahuan tentang pentingnya memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan dan melengkapi kelengkapan kendaraan bermotornya.

“Dengan begitu diharapkan dapat menekan angka kecelakaan berlalu lintas di Kota Palu,” ucap Ipda Anggun.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.