Thursday, 20 September, 2018 - 07:03

JCH Sulteng Sudah di Arafah, Sebagian Baru Akan Bergerak Hari Ini

TIBA DI ARAFAH - Jamaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam kloter 5 BPN sudah tiba di Arafah dan penempati pemondokan yang sudah disiapkan, Ahad 19 Agustus 2018 pukul 09.21 WAS. (Foto: Muhammad Isnaeni)

Palu, Metrosulawesi.com - Sebagian jamaah calon haji (JCH) asal Sulteng telah tiba di Arafah, Ahad 19 Agustus 2018. Selama di Arafah mereka akan melaksanakan wukuf yang akan dilaksanakan keesokan harinya.

“Alhamdulillah hari ini Ahad 19 Agustus 2018 pukul 09.21 waktu Saudi JCH kloter 05 BPN dengan jumlah 451 plus petugas tiba di Arafah dalam keadaan sehat walafiat. Mohon dukungan doanya,” tulis Ketua Kloter 5 BPN, Muhammad Isnaeni dalam pesan WA-nya yang diterima Metrosulawesi, Ahad 19 Agustus 2018.

“Alhamdulillah  dari segi pemondokan di Arafah cukup menampung jumlah jamaah dangan lantai yang beralaskan karpet dan ditambah kipas angin. Untuk mengurangi cuaca panas di Arafah,” tambah Isnaeni.

Isnaeni mengatakan, fasilitas lainnya juga sudah tersedia. Seperti toilet dan kamar mandi. Toilet dan kamar mandi berada di luar pemondokan.

“JCH kloter 5 menempati dua pemondokan satu untuk wanita dan satu lagi buat pria. Tadi tiba keseluruhan rombongan 1-10 dari kloter 5 tepat pukul 09.20 waktu Saudi. Alhamdulillah  untuk kesehatan ada 3 petugas, satu dokter dan dua paramedis yang melekat di kloter 5. Untuk obat-obatan cukup tersedia banyak, untuk antisipasi penyakit flu dan batuk,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kloter 9 BPN, Sudarman S.Ag mengatakan, kondisi jamaah kloter 9 BPN pada umumnya sehat.

“Satu orang jamaah asal Palu pasien cuci darah semalam telah menjalani cuci darah, dan berjalan dengan lancar. Dan sekarang bersama rombongan kloter 9 BPN. Insya Allah seluruh jamaah akan diberangkatkan menuju Arafah,” tulis Sudarman.

Sekitar 2.000-an JCH asal Sulteng, hari ini Senin 20 Agustus semua telah menuju Arafah untuk  melaksanakan wukuf.

‘’Senin 20/8, seluruh jamaah haji bergerak ke Arafah termasuk jamaah haji Sulteng yang mencapai sekitar 2.000 orang untuk melaksanakan wukuf,’’ ungkap Ketua Forum Kelompok Bimbingan Haji Indonesia (FKBIH) Sulteng, H Abdul Basit Sulaiman dari Makkah, Ahad 19 Agustus.

Disebutkan, Arafah adalah tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah, manusia tak hanya memikirkan dirinya sendiri, atau orang lain, mereka juga harus merenungkan dosa-dosa yang pernah diperbuat, mereka kemudian memohon ampunan Allah, seperti yang dilakukan Adam, Hawa, dan Ibrahim, di Arafah.

Dikatakan, wukuf adalah keberadaan di Arafah, menjadi tempat umat Islam berdiam diri atau berwukuf, di sana, jamaah haji berzikir dan bertaubat kepada Allah waktunya mulai matahari tergelincir atau waktu zhuhur sampai terbenam.

Dikatakan, wukuf dinilai sah apabila jamaah haji sudah mencapai Arafah, walau pun hanya sesaat.

‘’Tidak ada ketentuan harus berwukuf di bagian mana, selama jamaah haji berada di area Padang Arafah selama musim haji, maka mereka sudah dikategorikan berwukuf. Ini adalah kesepakatan seluruh ulama,’’ tandasnya.

Jamaah haji, katanya, dianjurkan dalam keadaan bersuci ketika melakukan wukuf. Mereka juga diharapkan menghadap kiblat untuk berzikir. Tak lupa pula untuk memperbanyak doa, baik bagi diri sendiri, maupun kelompok. Boleh dengan bahasa Arab, ataupun bahasa ibu.
 
Wukuf Arafah sendiri dilakukan pada 9 Dzulhijah atau pada Senin 20 Agustus dengan salah satu agenda jamaah calon haji (JCH) dalah mendengarkan khutbah dari pembicara yang sudah ditunjuk.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah memantau persiapan wukuf di Arafah dan dia menyatakan fasilitas untuk JCH telah siap digunakan untuk melayani para tamu Allah.

"Jangan sampai ada jemaah yang ketinggalan. Petugas haji harus memastikan betul seluruh jamaah sudah berada di Arafah pada 19 Agustus," kata dia.

Total, sekitar tiga juga calon haji dari berbagai penjuru dunia akan berada di Padang Arafah yang terbagi sesuai kluster tenda yang telah ditentukan pemerintah Arab Saudi. Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapatkan slot petak tenda terbesar di Padang Arafah.

JCH Indonesia berjumlah sekitar 221 ribu orang dan berpindah dari Mekkah ke Arafah dalam tiga tahap. Gelombang pertama diberangkatkan Minggu setelah Subuh hingga dzuhur Waktu Arab Saudi (WAS).

Kemudian, gelombang kedua dimulai dzuhur hingga sekitar pukul 16.00 WAS dan terakhir pukul 16.00-18.00 WAS.

Pemberangkatan jamaah secara bergelombang itu guna menghindari penumpukan jamaah karena mobilisasi JCH itu tidak hanya bagi Indonesia tetapi dari negara-negara lain. Sebagaimana tahun sebelumnya, akses menuju Arafah diperkirakan akan sangat padat maka pemberangkatan itu harus dilakukan bertahap.

Otoritas Saudi telah membagi JCH Indonesia akan tinggal dalam tenda-tenda yang dikelola 70 maktab. Setiap maktab mengelola fasilitas untuk 2.970-3.000 JCH. Sementara satu maktab terdiri dari 20-30 tenda dengan luas yang bervariasi.

Dari Arafah, JCH akan lanjut bergerak ke Muzdalifah guna menginap sebentar (mabit) di kawasan itu untuk mempersiapkan kerikil guna amalan haji lempar batu/ jumrah di Mina.

Setelah itu, mereka berangkat ke Mina untuk menunggu waktu yang ditentukan bagi JCH Indonesia guna melakukan jumrah di Jamarat. (del/mp)   


Editor: Udin Salim

Tags: