Thursday, 18 January, 2018 - 09:33

Kadis: Jangan Tamatkan Siswa Usia 6 Tahun ke Bawah

Ansyar Sutiadi. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palu, Ansyar Sutiadi menegaskan menegaskan kepada sejumlah TK untuk tidak menamatkan peserta didik berusia 6 tahun ke bawah. Kata dia, jika ingin menamatkan siswanya dengan alasan cerdas, harus ada keterangan dari Psikolog.

“Waktu PPDB lalu banyak sekali orang tua atau wali siswa protes kepada saya, kenapa anaknya sudah dikasih tamat dari TK, kemudian sudah dibelikan baju sekolah SD dan tasnya baru, namun tidak diterima di SD. Itu ada aturan jika 6 tahun kebawah tidak bisa diterima di SD. Untuk itu, ini saya ingatkan kepada kepala sekolah TK, jangan tamatkan siswa kalau belum usia muridnya 6 tahun keatas,” tegasnya di Palu belum lama ini.

Jika perlu kata Ansyar, umur 7 tahun atau 6 tahun delapan bulan, dan seterusnya baru ditamatkan.

“Jika 7 tahun lebih bagus lagi. Karena menurut para pakar, pendidikan usia 6 tahun ke bawah masih usia bermain, masih perlu dirangsang otaknya, serta masih harus diberikan pemahaman-pemahaman. Untuk itu diharapkan hal ini dapat diperhatikan,” jelasnya.

Selain itu, Ansyar juga meminta kepada huru TK non PNS untuk bersabar menunggu dana sertifikasinya.

“Pada 2018 kekurangan dana sertifikasi itu akan dibayarkan, Dinas Pendidikan Kota Palu telah berusaha agar semua guru  menerima dana sertifikasi, karena Surat Keputusan (SK) untuk penerimaan sertifikasi sudah ada, tinggal pembayarannya mengalami keterlambatan,” ujar Ansyar.

Ansyar mengungkapkan pada Maret 2018, pembayaran dana sertifikasi tersebut sudah selesai, agar para guru bisa tenang dalam melakukan proses belajar mengajar di sekolahnya masing-masing.

“Kemarin ada kejadian, para guru yang resah mendatangi Pak Wali Kota. Namun Pak Wali Kota ini kan urusanya banyak. Maka saya kumpulkan mereka, menyampaikan agar tidak perlu resah hanya ada keterlambatan. Artinya uang itu anggaplah tabungan,” jelasnya.

Ansyar mengaku seharusnya dana tersebut diterima Desember ini. Tetapi ada kendala keuangan negara, belum bisa ditransfer. Ini murni kendala dari pemerintah pusat.

“Pemerintah pusat berharap guru bersabar dulu, karena pasti akan dibayarkan pada 2018, karena keterangan dari pusat, proses keuangan negera ada sedikit kendala. Pusat itu mengurus jutaan guru. Kemungkinan ada persyaratan administrasi belum sempat mereka kelola tahun ini, sehingga pencairannya belum sempat,” tambahnya.

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.