Thursday, 29 June, 2017 - 15:33

Kemenkominfo Ajak Media Perangi Hoax

Staf ahli Bidang Hukum Kemenkominfo Republik Indonesia Prof Dr Hendry Subiakto saat memberikan materi pada temu lembaga komunikasi sosial di Swisbell Hotel, Selasa 13 Juni 2017. (Foto : Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia mengajak semua media di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu untuk memerangi atau melawan hoax (berita palsu). Kata dia, hoax adalah musuh bersama dan musuh negara.

Demikian disampaikan Staf ahli Bidang Hukum Kemenkominfo Republik Indonesia, Prof Dr Hendry Subiakto saat memberikan materi dalam temu lembaga komunikasi sosial di Swisbell Hotel, Selasa 13 Juni 2017.

Prof. Hendry mengatakan media harus cerdas dalam melawan hoax yang sangat besar dampak negatifnya. Kata dia, ada beberapa gerakan yang didorong pihaknya untuk melawan hoax, diantaranya gerakan tabayyun digital, program literasi, mendorong pemanfaatan aplikasi facts checker, turn back hoax dan saring sebelum sharing.

Tidak hanya itu, kata dia, netizen (pengguna sosial media) perlu didorong memproduksi dan menshare (membagikan) konten positif serta mengajak generasi muda aktif melawan hoax dan menjadikannya musuh negara.

“Kita juga harus memunculkan budaya malu jika ngeshare hoax. Berpegang teguhlah pada Pancasila dan tidak mudah di adu domba,’’ bebernya lagi.

Sementara itu, Direktur Kemitraan Komunikasi Kominfo RI, Dedet Surya Nandika mengatakan kebebasan di dunia sosial media sekarang ini sangat mudah menjebak orang masuk bui. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam menanggapi berita atau informasi yang diperoleh dari media sosial  yang kebenarannya belum pasti.

“Sangat perlu bagi kita untuk melakukan kroscek atas kebenaran informasi tersebut. Demikian halnya dengan foto ataupun video yang sangat mudah untuk direkayasa menjadi berita hoax,” kata Dedet.
 
Kata dia, informasi dalam bentuk tulisan, foto, ataupun video mudah sekali diubah menjadi hoax.

“Makanya, jangan terlalu mudah percaya dengan informasi yang sifatnya menyesatkan, karena mendiskreditkan seseorang itu sangatlah mudah untuk dilakukan. Demikian halnya dengan foto. Merekayasa foto itu juga sangat mudah. Jadi waspadalah terhadap tulisan, foto ataupun video yang bersifat hoax,” imbaunya.
 
Kegiatan ini digagas oleh Kominfo RI bekerjasama dengan Dinas Kominfo Sulteng. Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini diikuti perwakilan media, LSM, pemerhati sosial dan pemerintah.


Editor : M Yusuf BJ

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.