Sunday, 18 February, 2018 - 05:16

Kerap Bolos Mengajar, Enam Guru di Touna Terancam Dipecat

Alimudin Muhammad. (Foto: Ist)

Touna, Metrosulawesi.com - Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Tojo Unauna akan bertindak tegas terhadap sejumlah guru PNS yang tidak menjalankan tugasnya mengajar murid-muridnya.

Menurut Kepala Dinas Dikpora Touna Alimudin Muhammad, langkah tegas itu segera diambil setelah dilakukan pengawasan mendadak di sejumlah sekolah tingkat sekolah dasar negeri dan sekolah lanjutan tingkat pertama negeri di Touna.

Pengawasan mendadak tersebut dilakukan langsung oleh Kadis setelah menerima banyaknya laporan dari para wali murid SDN dan SLTP yang mendatangi kantor Dikpora. Wali murid mengadukan sejumlah guru yang sering bolos tidak mengajar murid, sehingga dinilai merugikan siswa.

Ternyata tak hanya guru yang dilaporkan kerap bolos, tapi ada juga kepala sekolah yang dilaporkan tidak pernah masuk sekolah.

"Sejak empat bulan kami menjabat kepala dinas Dikpora ini, banyak menerima aduan dari para wali murid tentang sejumlah guru yang suka bolos, terutama yang berada di daerah terpencil," urai Alimudin, Jumat 2 Februari 2018.

Namun sambung mantan Kadis Perindakop itu, dirinya tidak langsung menerima mentah laporan para wali murid tersebut. Untuk memastikan kebenaran laporan itu, dirinya melakukan sendiri pengawasan mendadak di sekolah-sekolah.

"Dan setelah kami sidak di sejumlah sekolah tersebut, ternyata betul fakta yang terjadi, kami dapati beberapa guru bahkan ada kepala sekolah yang tidak masuk mengajar di sekolah," katanya.

Selain itu, berdasarkan keterangan guru lainnya dan juga masyarakat sekitar sekolah, juga disebutkan ada sejumlah guru yang kerap bolos. Tak tanggung-tanggung, ada yang bolos satu hingga dua bulan full.

"Ini jelas sangat merugikan anak didik, para guru PNS ini sudah digaji negara tapi mereka tidak menjalankan tanggungjawabnya dengan baik, ini yang membuat saya marah besar,” katanya.

Dia menambahkan, para guru yang kerap bolos itu akan mendapat sangsi tegas. Seperti pemutusan gaji dan pemecatan. Olehnya, dirinya akan langsung berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Inspektorat Pemda Touna untuk mengkaji aturan guna mengambil langkah tegas tersebut.

"Laporan ke BKD ini kami lakukan dengan tidak membabi buta, akan kami lampirkan dengan bukti-bukti  yang ada ke BKD dan Inspektorat lalu kami sampaikan kepimpinan bupati, kami mohon ke kepala BKD untuk menindaklanjuti laporan kami nanti agar terlihat perubahan yang ada," katanya.

Karena terus terang, sambung Alimudin, bila tidak diambil langkah tegas para aparatur ini akan selalu beranggapan, sidak hanya habis dilokasi.

"Kalau tidak ada tindakan tegas, paling mereka akan bilang hanya habis begitu saja itu sidak, dan besok-besok mereka akan melakukan kesalahan yang sama," sebutnya.

Alimudin menambahkan perlu diketahui untuk satu kepala sekolah yang tidak pernah masuk sekolah terdapat di SDN Desa Lainkasa, Kecamatan Ampana Tete.

"Kepala sekolah tersebut hampir tiga bulan tidak pernah masuk sekolah," sebutnya.

Sementara ada lima guru di lima sekolah yang kerap bolos. Bahkan, ada yang bolos 40 hari lebih sampai dua bulan. Parahnya lagi, ada guru yang membayar tenaga kontrak untuk mengganti mata pelajarannya di sekolah sedang guru itu hanya beraktivitas di luar.   


Editor: Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.