Sunday, 19 November, 2017 - 14:50

Kerugian Akibat Banjir Bandang di Tolitoli Ditaksir Rp50 M

UNTUNG ADA AIR DRAINASE - Warga korban banjir di Kelurahan Panasakan tepatnya di Jalan Mawar Tolitoli terpaksa memanfaatkan air yang mengalir di drainase untuk mencuci pakaian dan perabotan yang terkena lumpur banjir bandang. (Foto : Ist/ Facebook)

Tolitoli, Metrosulawesi.com - Kerugian akibat banjir bandang di Tolitoli merusak sejumlah fasilitas umum, termasuk ribuan hektar sawah masyarakat. Kerugian ditaksir kurang lebih Rp50 miliar.

Banjir bandang yang terjadi Sabtu 3 Juni lalu itu, tidak hanya merusak sejumlah fasilitas umum, tetapi juga menyebabkan barang-barang milik warga, seperti rumah, mobil dan perabotan rumah lainnya mengalami kerusakan.

Data yang diperoleh Metrosulawesi, ribuan hektar sawah masyarakat itu tersebar di Kecamatan Galang, Dakopemean dan Lampasio. Selain rumah, fasitas umum seperti rumah ibadah, sekolah juga ada yang rusak karena diterjang banjir. Termasuk ribuan kendaraan roda empat dan dua juga rusak karena terendam banjir.

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Kontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli, Vidya, mengatakan, kerugian sementara akibat banjir bandang tersebut ditaksir mencapai Rp50 miliar.

“Sementara estimasi kerugian masyarakat per harinya mencapai Rp3 miliar,” kata Vidya.

Sementara itu, 39 titik longsor yang menutup jalan kini sudah terbuka semua. Dengan begitu akses lalulintas kendaraan sudah normal kembali seperti biasa.

Terkait dengan kebutuhan air bersih, Direktur PDAM Ogo Malane, Arnol Rasang mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengupayakan perbaikan pipa air yang rusak.

“Untuk memenuhi kebetuhan air bersih, kami menyiapkan mobil tangki air untuk membawa air ke pemukiman warga,” katanya.

Wakil Bupati Tolitoli H. Abdul Rahman H. Budding melaporkan bahwa estimasi korban terdampak berjumlah 56.000 KK yang tersebar di tujuh kecamatan.  Di kecamatan Kecamatan Baolan jumlah korban 6.672 KK, 26.680 jiwa. Terbagi atas: Keluralan Tuweley  781 KK, Kelurahan Baru 2.397 KK, Kelurahan Tambun 966 KK, Desa Buntuna  146 KK, dan Desa Pangi 300 KK.

Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djangola, M.Si. mengatakan, musibah banjir ini merupakan musibah yang perlu diambil hikmahnya.

“Kita harus segera mengatasinya baik Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat, sehingga tanggung jawab pemulihan terhadap fasilitas yang telah rusak dilanda banjir  yang perlu kita selesaikan bersama. Olehnya kami tugaskan kepada Ketua DPRD agar segera menganggarkan untuk pembangunan kembali drainase, karena tidak berfungsinya drainase sehingga berdampak banjir,” kata Gubernur.

Gubernur juga memerintahkan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Sulteng segera melakukan pengerukan aliran sungai Tuwelay di Jalan Anoa untuk mengantisipasi agar sungai dapat berfungsi dan mengalir. Kepada Pemda Tolitoli, Gubernur meminta segera menyelesaikan masalah tempat pemukiman warga yang ada di sepanjang sungai Kelurahan Tuweley.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.