Thursday, 20 September, 2018 - 06:46

Klaim RS Undata ke BPJS Terus Meningkat

dr Reny A Lamadjido - dr Ruslan Ramlan Ramli. (Foto : Metrosulawesi)

dr Reny: 90 Persen Pasien RS Undata Gunakan BPJS

Palu, Metrosulawesi.com - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Undata Sulteng dr Reny A Lamadjido mengungkapkan 90 persen pasien di RS yang dipimpinnya merupakan pengguna BPJS Kesehatan.

“Pasien kami 90 persen menggunakan BPJS Kesehatan dan jumlahnya bertambah setiap bulan,” ujar Reny saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 29 November 2017.

Secara nominal rupiah, dia menerangkan dalam tiga tahun terakhir jumlah penagihan RS Undata ke BPJS terus meningkat. Pada tahun 2015 penagihan RS Undata ke BPJS Kesehatan mencapai Rp36 miliar. Tagihan itu bertambah menjadi Rp48 miliar pada 2016 dan hingga Oktober 2017 sudah mencapai Rp70 miliar.

Khusus pada 2017 tagihan RS Undata ke BPJS setiap bulannya di angka Rp4 miliar sampai Rp7 miliar. Adapun rinciannya pada Januari Rp5,424 miliar dengan jumlah pasien 6.471 orang, Februari Rp5,039 miliar dengan jumlah pasien 6.115 orang, Maret Rp5,485 miliar dengan jumlah pasien 6.562 orang, April Rp5,246 miliar dengan jumlah pasien 6.059 orang.

Mei Rp6,035 miliar dengan jumlah pasien 6.574 orang, Juni Rp4,805 miliar dengan jumlah pasien 4.945 orang, Juli Rp5,848 miliar dengan jumlah pasien 7.138 orang, Agustus Rp7,617 miliar dengan jumlah pasien 7.887 orang, September Rp6,646 miliar dengan jumlah pasien 7.316 orang dan Oktober Rp7,125 miliar dengan jumlah pasien 7.699 orang.

Untungnya kata Reny selama ini pembayaran penagihan dari BPJS secara umum sesuai harapan pihaknya. Hal itu membantu RS Undata untuk memberikan pelayanan prima kepada pasien dengan tersedianya layanan medis seperti obat-obatan.

Meski pasien RS 90 persen menggunakan BPJS, Reny menjamin tidak ada perbedaan pelayanan dengan pasien reguler atau yang membayar secara tunai. Sepanjang persyaratan administrasi dipenuhi pasien BPJS, dipastikan akan langsung mendapat layanan sesuai keperluan pasien.

“Kalau pasien BPJS-kan harus membawa rujukan dari Puskesmas atau dokter mandiri, itu yang harus ada agar bisa dilayani. Kalau lengkap persyaratan pastilah dilayani, bahkan kami saat ini membuat jalur pelayanan khusus kepada pasien tertentu seperti yang lanjut usia, difabel dan anak-anak,” tutur Reny.

Sementara itu terpisah, Direktur RS Anutapura Palu dr Ruslan Ramlan Ramli meminta pihak BPJS kesehatan agar terlibat langsung dalam pelayanan di RS milik Pemkot Palu itu. Sebab kata Ruslan, RS Anutapura sering mendapatkan komplain dari masyarakat, dikarenakan terjadi kesalahpahaman antara pihak RS dan BPJS kesehatan.

“Kami yang melayani sebagai mitra BPJS selalu mendapatkan komplain dari masyarakat, padahal sebenarnya aturan yang ada di RS sudah disepakati oleh BPJS kesehatan dan semestinya dijalani bersama,” tegasnya.

Ruslan mangatakan  kesalahpahaman terjadi biasanya antara pengguna (user) dengan peserta BPJS itu sendiri.

“Kadangkala masyarakat membutuhkan informasi tentang aturan, mestinya pihak BPJS kesehatan harus mensosialisasikan aturan yang telah disepakati bersama dengan RS Anutapura,” katanya.

RS Anutapura kata Ruslan, sudah lama bermitra dengan BPJS Kesehatan dan tidak pernah menungak membayar. Namun sempat tertunda bulan lalu dikarenakan dana dari BPJS pusat belum turun ke BPJS Palu.

“Pasien di RS Anutapura lebih didominasi penguna BPJS kesehatan dibandingkan umum,” tandasnya. (mic/del)


Editor : Udin Salim