Sunday, 19 November, 2017 - 15:11

KLHK Terima Dokumen Usulan Hutan Adat di Touna

DOKUMEN - Masyarakat adat Tau Taa Wana Una menyerahkan dokumen usulan hutan adat ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Gedung Manggala Wana Bakti, Jakarta, Selasa 14 November 2017. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Masyarakat adat Tau Taa Wana Una menyerahkan dokumen usulan hutan adat ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Ada dua hutan adat yang diusulkan yaitu Hutan Adat Vananga Bulang dan Hutan Adat Wana Mpoa. Kedua wilayah adat ini terletak di Kabupaten Tojo Una Una.

Dokumen hutan adat Vananga Bulang, diserahkan oleh Dodi Ndoa dengan luasan 10.098 Ha. Sedangkan untuk hutan adat wana Mpoa diserahkan oleh Djeo seluas 11.394 Ha. Keduanya merupakan Tau Tua Ada di wilayah adatnya.
 
Usulan tersebut diterima langsung oleh Nelson, Staf Direktorat PKTHA–KLHK dan disaksikan oleh Bambang Supriyanto, Dirjen PSKL KLHK di Gedung Manggala Wana Bakti, Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Prasyarat pengajuan hutan adat ini telah dimiliki masyarakat adat Tau Taa Wana. Salah satunya, adanya pengakuan pemerintah daerah Kabupaten Tojo Una Una terhadap keberadaan masyarakat hukum adat kedua komunitas tersebut.
 
Melalui perda no.11 Tahun 2017 tentang Pengukuhan Masyarakat Hukum Adat Tau Taa Wana di Kabupaten Tojo Una Una.

Dalam proses penyerahan, Nelson mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyegerakan proses validasi dan verifikasi permohonan tersebut. Dodi selaku perwakilan komunitas Tau Taa Wana berharap usulan hutan adat diterima.

“Kami berharap agar usulan hutan adat kami dapat diterima, proses dipercepat agar kami mendapatkan pengakuan negara atas hutan adat kami,” ungkapnya melalui siara pers yang diterima Metrosulawesi, Selasa 14 November 2017. (rls/zal)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.