Friday, 22 June, 2018 - 10:02

KOMBAT: Lima Oknum Diduga Monopoli Proyek Pemkot

Imron Lahamado. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Ketua Pengurus Besar (PB) Kompak Bersama Rakyat (KOMBAT) Sulteng Imron Lahamado mengatakan ada dugaan lima oknum melakukan monopoli proyek di Kota Palu.

"Kami Mensinyalir yang terjadi saat ini adanya monopoli pekerjaan dan mengatasnamakan Walikota Palu,” kata Imron di Palu, Minggu, 11 Maret 2018.

Menurutnya, Walikota Palu tidaklah seperti itu, mengarahkan proyek ke segelintir oknum. Kata dia, Walikota Palu mempersilahkan siapapun ikut namun harus profesional dibidangnya.

"Kami mengajak dan menginginkan persaingan secara sehat. Kepada semua pelaku usaha yang mempunyai spesialisasi pada bidang masing-masing untuk berkompetisi secara sehat sehingga menghasilkan pekerjaan yang berkualitas,” katanya.

Jika seperti itu, kata dia, para pengusaha dapat meningkatkan kualitas saat melakukan pekerjaan.

"Saya mewakili suara sumbang yang beredar di kalangan assosiasi yang mungkin agak malu menyampaikannya. Apalagi mereka juga telah berkontribusi dan taat terhadap pembayaran pajak di wilayah Kota Palu,” ungkapnya.

“Kami sangat tidak ingin ada oknum yang memonopoli pekerjaan-pekerjaan yang ada di Kota Palu. Berdasarkan penelusuran, hanya ada 4 hingga 5 oknum yang namanya santer disebut-sebut di OPD yang sudah menjadi rahasia umum. Bahkan diantaranya asa oknum ASN. Ini yang saya sesalkan,” katanya.

KOMBAT, yang berdiri sejak 2012 ini, telah berkonsolidasi di sejumlah daerah se-Sulteng untuk melaksanakan Deklarasi besar dalam waktu dekat ini.

KOMBAT adalah salah satu sayap pendukung utama perjuangan Hidayat bertarung menjadi Walikota Palu, yang saat itu kepanjangannya Kompak Bersama Hidayat (KOMBAT). Dalam perjalananannya, setelah  KPU menetapkan Hidayat berpasangan dengan Sigit Purnomo Said, KOMBAT pun berubah menjadi Kompak bersama Hidayat- Sigit.

Seiring berjalannya waktu, KOMBAT pun sebagai bagian dalam perjuangan rakyat, kembali mengubah nama menjadi Kompak Bersama Rakyat, karena Hidayat-Sigit telah menjadi representatif untuk memuliakan rakyat.