Saturday, 29 April, 2017 - 19:45

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Komunitas TTP, Pemenang Tong Sampah Karakter

ANAK MUDA KREATIF - Komunitas Turun Tangan Palu memperlihatkan piala dari kompetisi tong sampah. (Foto : Surahmanto S/ Metrosulawesi)

Tak Nyangka, Drum Bekas dan Modal Rp50 Ribu Bisa Juara

Program Gerakan Gali Gasa yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Palu tidak sekadar gerakan membersihkan kota dari sampah. Program ini juga memotivasi masyarakat termasuk komunitas untuk lebih kreatif menjaga kebersihan lingkungan. Seperti yang dilakukan Komunitas Turun Tangan Palu (TTP) yang baru saja meraih juara kompetisi tong sampah.

KOMUNITAS TTP berhasil meraih juara satu kompetisi tong sampah karakter dan papan kampanye kebersihan lingkungan yang bertema pesisir dan laut pada Sabtu, 11 Maret 2017. Tong sampah hasil karya komunitas ini memanfaatkan drum bekas. Drum bekas itu dicat dengan berbagai warna, sehingga tak tampak seperti drum bekas.

Anggota TTP, Megawati mengungkapkan tidak menyangka bisa menjuarai kompetisi tong sampah karakter.

“Kami bersyukur bisa menjuarai kompetisi tong sampah, hanya saja kami tidak menyangka bisa menjadi juara, dengan dana Rp50.000 kami mengecat drum bekas dalam waktu lima hari yang dilakukan anggota kami yaitu Aragif,” katanya.

“Jadi hanya mengeluarkan anggaran seadanya untuk kompetisi ini, murah meriahnya ternyata menghasilkan juara satu, berarti tong sampah yang kami buat tidak hanya kreatif, tapi dengan dana yang terbatas kami bisa menjadi juara,” sambungnya.

Mega menjelaskan, drum minyak yang mereka cat berasal dari komunitas Masyarakat Peduli Pesisir (MAPP).

“Mereka mengantar ke kami, serta menjemput tong sampah tersebut untuk dibawa ke lokasi kompetisi,” katanya.

Menariknya kemenangan TTP dinilai dari banyaknya sampah yang dibuang oleh masyarakat. Tercatat 17 komunitas yang mengikuti kompetisi tong sampah karakter diantaranya Komunitas Sahabat Pulau dan DDOJ Palu.

Mega menjelaskan bahwa tong sampah yang mereka cat akan digunakan di sepanjang anjungan pantai Talise, agar masyarakat bisa mengfungsikan tong sampah tersebut.

Kompetisi tong sampah karakter merupakan upaya komunitas MAPP agar bisa berkontribusi kepada masyarakat untuk sadar kebersihan lingkungan.

Mega berharap agar semangat sadar kebersihan tidak hanya pada kegiatan Gerakan Gali Gasa, tetapi berlanjut hingga bersinergi dengan masyarakat Palu.

“Kami pernah membuat kegiatan di hari peduli lingkungan bersama komunitas lain. Keinginan kami masyarakat bisa sadar terhadap menjaga kebersihan lingkungan, sehingga mewujudkan kota Palu sebagai kota destinasi bisa terealisasi,” katanya.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.