Sunday, 23 September, 2018 - 22:37

KPU-Dukcapil Sinkronkan Pemilih Non KTP-El

SINKRONISASI - KPU dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sulawesi Tengah melaksanakan rapat sinkronisasi membahas data pemilih potensial non KTP-El. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Untuk mensukseskan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, KPU Provinsi Sulawesi Tegah dan Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Dukcapil) Sulawesi Tengah, melaksanakan rapat sinkronisasi data pemilih potensial non KTP-El, Rabu 11 Juli 2018.

Dengan mengundang seluruh KPU kabupaten/kota dan Dukcapil kabupaten/kota, diharapkan pemilih potensial yang belum mengantongi KTP-El segera dituntaskan. Rapat sinkronisasi ini merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan.

Ketua KPU Sulawesi Tengah, Tanwir Lamaming, optimistis dengan kerjasama yang baik antara KPU-Dukcapil, persoalan data pemilih dapat diminimalisir seminimal mungkin. Agar koordinasi antar dua lembaga ini berjalan intens, aka dibuatkan group whatsapp, supaya persoalan dilapangan secepatnya diselesaikan.

“Adanya rapat sinkronisasi ini, bukti bahwa Dukcapil respon atas data pemilih. Bahkan sejumlah daerah sudah merampungkan data pemilih potensial non KTP-El berkat kerjasama yang baik antara KPU-Dukcapil,” ujar Tanwir.

Begitupun diutarakan Komisioner KPU Sulawesi Tengah Divisi Data, Halima, bahwa rapat sinkronisasi ini sekaligus evaluasu atas penetapan DPS (Daftar Pemilih Sementara), dimana pemilih potensial non KTP-El saat itu terdata sebanyal 157.775 orang. Berdasarkan rapat sinkronisasi, terdapat penurunan angka jumlah pemilih non KTP-El dari daftar DPS.

“Saat ini kami masih mengumpulkan data dari kabupaten/kota terkait progres penurunan jumlah pemilih yang belum mengantongi KTP-El,” ujar Halima.

Dalam pertemuan itu juga, KPU meminta garansi dari Dukcapil agar pemilih pemula mengantongi KTP-El minimal Surat Keterangan (Suket) saat hari pencoblosan nanti. 

Sementara itu Kepala Dinas Dinas Dukcapil Sulawesi Tengah komitmen untuk  mendukung kinerja KPU dalam penyediaan data kependudukan yang valid untuk digunakan dalam menetapkan daftar pemilih.

“Kami terus bekerja membersihkan data penduduk ganda (anomali) agar KPU bisa menetapkan jumlah pemilih rill dalam Pemilu 2019 mendatang,” ujar Kepala Disdukcapil Sulawesi Tengah, Abd Haris Yatolembah.

Usai rapat sinkronisasi tersebut, KPU dan Dukcapil akan menghadap Gubernur Sulawesi Tengah untuk menyampaikan hasil sinkronisasi serta sejumlah masalah yang dihadapi dalam menuntaskan pemilih non KTP-El.