Monday, 20 August, 2018 - 13:14

Kunjungi Kawasan IMIP, Gubernur Minta Permudah Syarat Pekerja Lokal

TINJAU IMIP - Gubernur Sulteng H Longki Djanggola didampingi Bupati Morowali Anwar Hafid, Asisten Administrasi Perekonomian, Pembangunan dan Kesra B Elim Somba, dan sejumlah kepala OPD bersama jajaran Keimigrasian mengunjungi PT IMIP di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali pada Sabtu, 5 Mei 2018. (Foto: Humas Pemprov)

Palu, Metrosulawesi.com - Gubernur Sulteng H Longki Djanggola mendatangi PT IMIP di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali guna mencari tahu langsung kebenaran Tenaga Kerja Asing (TKA) pada Sabtu, 5 Mei 2018.

Kedatangan Longki atas viralnya tudingan 'hanky panky' yang berkonotasi negatif kepada dirinya dilontarkan salah satu anggota DPR RI dalam satu acara stasiun televisi swasta baru-baru ini.

Gubernur yang didampingi Bupati Morowali Anwar Hafid, Asisten Administrasi Perekonomian, Pembangunan dan Kesra B Elim Somba, dan sejumlah kepala OPD bersama jajaran Keimigrasian diterima langsung oleh Bagian Eksternal IMIP Slamet Viktor Pangabean, Direktur Operasional Irsan Widjaya dan Dedi Kurniawan dari Humas IMIP.

Gubernur mengaku sebenarnya tidak ada niatan mengganggu kerja IMIP, tapi dengan makin liarnya komentar-komentar yang berkembang membuatnya perlu turun melakukan klarifikasi.

"Sudah terlalu viral urusan TKA ini dan yang disudutkan gubernur seolah-olah melakukan pembiaran," ujar Longki ke manajemen IMIP melalui rilisnya yang diterima Metrosulawesi.

Gubernur lalu mengajak manajemen IMIP agar ada keterbukaan dalam mengekspos data TKA baik yang di-RPTKA-kan, yang ber-IMTA, yang masih dalam proses pengurusan maupun yang dikerjakan secara visa kunjungan. Dia berharap manajemen IMIP agar secara berkala melaporkan status para TKA-nya ke Imigrasi.

"Jangan sampai jadi gunung es, mari kita perbaiki yang kurang pas dan kurang terang benderang ini," ucap Longki.

Masukan lain yang diajukannya agar IMIP dapat mempermudah syarat perekrutan tenaga lokal, khususnya yang selama ini harus mempunyai bukti sertifikasi baru bisa diterima.

"Hendaknya memenuhi standar normatif saja dulu, ditraining massal lalu (fasilitasi) buatkan sertifikasinya," tutur gubernur.

Dari pemaparan manajemen IMIP, saat ini ada 2.145 TKA asal Tiongkok yang dipekerjakan. Dari jumlah itu sebanyak 1.851 sudah mengantongi IMTA dan sisanya sedang dalam proses. Manajemen melanjutkan bahwa tiap bulan PT IMIP menerima ketambahan .1000 pekerja.

Adapun jumlah tenaga keseluruhan yang dipekerjakan per Mei 2018 sudah mencapai 21.996 orang. Pembengkakan jumlah tenaga kerja (naker) yang begitu cepat kata manajemen dikarenakan adanya pembangunan beberapa unit pabrik baru dan PLTU didalam kompleks IMIP.

Bahkan jumlah ini kata Slamet mewakili manajemen IMIP, sudah mendekati proyeksi jumlah naker yang ditetapkan manajemen pada 2020 nanti yaitu antara 22.000 sampai 25.000 orang. Direktur Irsan bahkan tidak memungkiri keberadaan TKA sangat menolong dalam membantu pesatnya pembangunan IMIP.

"Walaupun sudah ada Politeknik dan training tapi itu semua butuh waktu, dan tidak mungkin industri ini bisa cepat besar tanpa bantuan tenaga-tenaga asing," bebernya menjelaskan.

Senada dengan gubernur, Bupati Anwar Hafid juga meminta dukungan data yang valid terkait keberadaan TKA di kompleks IMIP bahkan bupati berani menjamin keamanan TKA supaya bisa sekali-kali mereka diijinkan keluar kompleks, berinteraksi dengan masyarakat supaya tidak ada kesan eksklusifitas.

"Kalau bisa kasih keluarlah, beri rekreasi," katanya.

Setelah melakukan pertemuan, rombongan gubernur dan bupati diajak bersama-sama meninjau beberapa unit pabrik seperti Nikel Pig Iron, stainless steel, Hot Rolled Coil, Cold Rolled Coil, pabrik oksigen dan sarana prasarana lainnya. Pada kesempatan itu, gubernur melihat langsung proses transfer ilmu dari seorang TKA yang mendampingi tenaga lokal saat mengoperasikan alat berat crane di salah satu pabrik.  


Editor: Udin Salim