Sunday, 19 November, 2017 - 12:20

Laila Kurniawaty Ketemu Jodoh Bule di Pantai Talise

Laila dan Simon saat melangsungkan pernikahan dengan menggunakan pakaian khas Buton. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Jarak dan ras ternyata bukan penghalang bagi Laila Kurniawaty untuk mendapatkan pasangan hidup asal luar negeri. Bertemu di Pantai Talise, berbekal ketrampilan  bahasa Inggris mumpuni, Laila Kurniawaty bertemu Simon, WNA asal Inggris, yang akhirnya menjadi jodohnya.

Beberapa waktu yang lalu tim metrosulawesi berkesempatan bertemu dengan Laila yang sedang pulang ke Kota Palu untuk merintis usaha fotografi.

Perempuan yang berlatar belakang pendidikan pendidikan strata 1 (S1) bahasa inggris angkatan 2008 dan Strata 2 (S2) Linguistic di Yogyakarta ini mengaku tak menyangka mendapatkan jodoh bule.

“Saya memang penerjemah. karena dari kecil saya suka bahasa inggris. Karena jadi penerjemah, saya kenal dekat dengan beberapa bule lah, hahaha,” ungkap Laila yang dibarengi gelak tawa.
 
“Tapi itu sebelum nikah. Pertama kali ketemu suami saya di Pantai Talise 2013. Waktu itu saya  lihat dia kesulitan berkomunikasi dengan warga lokal. Karena saya kasihan, jadi saya coba menghampiri, kebetulan saya kan lulusan FKIP (Fakultas Keguruan  dan Ilmu Pendidikan) bahasa Inggris, yah sudah saya ngomong aja, ternyata nyambung." ujar Laila.

Berbekal ilmu bahasa inggris yang cukup, akhirnya Laila dapat berkomunikasi dengan Simon yang saat itu melakukan traveling (jalan-jalan) di Kota Palu.

"Ternyata Simon juga guru Bahasa Inggris, jadi kami nyambung. Baru beberapa kali ketemu ternyata dia suka saya. Saya bilang kalau serius datang ke rumah, ketemu orang tua saya. Eh, ternyata dia datang," Lanjut Laila.

Simon datang menghadap orang tua Laila, bermaksud ingin melamar Laila. Muncul salah satu kendala yakni perbedaan keyakinan antara Laila dan Simon.

"Masalah klasik kalau bersuami bule itu adalah masalah keyakinan. Keluarga besar juga kurang setuju kalau keyakinan beda-beda. Alhamdullilah Simon mau ikut saya" ujar Laila.

Baru kenalan belum setahun, akhirnya pada April 2014, Simon dan Laila resmi menikah. Menggunakan pakaian adat Buton, keduanya melangsungkan akad nikah dan resepsi pernikahan  di Kota Palu. Keluarga Simon dari Inggris juga datang pada acara sakral tersebut.

Saat ini Simon dan Laila berdomisili di Madrid, Spanyol. Simon merupakan salah satu guru bahasa Inggris pada universitas di negara tersebut. Sebagai seorang Istri, sudah kewajiban Laila untuk mengikuti kemana pun suami bertugas.

"Saran saya kepada teman-teman yang sedang belajar bahasa Inggris, jangan takut salah. Kita pasti memang akan melakukan kesalahan karena memang itu bukan bahasa kita. Jadi santai aja, toh orang bule juga susah mempelajari bahasa kita,” tutup Laila Kurniawaty.


Editor : M Yusuf Bj

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.