Tuesday, 12 December, 2017 - 09:11

Lembaga Adat Kelurahan Talise Segera Gelar Libu Nu Ada

ADAT - Suasana pertemuan Lembaga Adat Kelurahan Talise. (Foto : Ist)

Palu, Metrosulawesi.com - Lembaga Adat Kaili Kelurahan Talise menggelar rapat program kerja pengurus, periode 2017-2022 di Baruga Kantor Kelurahan Talise, Rabu malam, 18 Oktober 2017 malam. Hal ini dilakukan sesuai SK Wali Kota Palu.

Dari SK Wali Kota Palu Nomor 460/135.a/DINSOS/2017 tersebut ditetapkanbeberapa komposisi pengurus diantaranya,  H Sulihi Sause sebagai Balengga Nu Ada (Ketua Adat) , Warhamudin R. Lamangkau sebagai Pouki Nu Ada (Sekretais), serta Arifuddin Haerollah,SH sebagai Polisa Nu Ada (Bendahara) dan  6 orang Pila-Pila Nu Ada  dan 7 orang Suro Nu Ada.

Pertemuan ini dipimpin langsung Arifuddin Haerollah,SH dan dihadiri Lurah Talise, Sarlin SE, yang sekaligus membagikan baju seragam kepada Pengurus Lembaga Adat Kaili Kelurahan Talise. 

Arifuddin mengatakan bahwa tugas dari lembaga adat adalah menginventarisir norma dan hukum adat di wilayahnya.

“Diantaranya kami akan melaksanakan Libu Nu Ada (musyawarah adat), serta merancang dan menetapkan givu atau sanksi pelanggaran adat,” katanya.

Selain itu, kata Arifuddin, kehadiran lembaga adat dapat lebih menguatkan dan melaksanakan penerapan hukum adat Kaili, serta dapat bersinergi dengan baik bersama pemerintah kelurahan untuk mempertahankan nilai-nilai adat yang telah berlaku di tengah masyarakat.

“Agar hal ini bisa menjaga tata kehidupan bermasyarakat, serta menjadi institusi yang menjadi acuan masyarakat dalam berinteraksi sosial,” ujarnya.

Dalam SK Walikota Palu tersebut, Lembaga Adat Kaili mempunyai tugas menjaga keamanan, ketentraman,kerukunan dan ketertiban masyarakat di wilayahnya. Kemudian dapat membantu pemerintah dalam pelaksanaan pembanguan, mengembangkan dan mendorong partisipasi masyarakat, serta menjaga eksistensi nilai-nilai adat dan adat istiadat yang tidak bertentang dengan agama.

Selain itu, kata dia, lembaga adat dapat menerapkan ketentuan adat, menyelesaikan masalah sosial kemasyarakatan, mendamaikan sengketa yang timbul dalam masyarakat dan menegakkan hukum adat kaili.


Editor : M Yusuf Bj

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.