Thursday, 23 March, 2017 - 18:42

Lewat Sentra Bisnis, Untad Giatkan Mahasiswa Berwirausaha

DISKUSI WIRAUSAHA - Direktur Sentra Bisnis, Dr Harifuddin Thahir MP, saat berdiskusi tentang kewirausahaan dengan Prof Moh Nasir, Menristekdikti, dalam suatu acara. (Foto : Dok Pribadi)

Palu, Metrosulawesi.com - Pengembangan skill kewirausahaan bagi mahasiswa penting dilakukan. Selain untuk mengembangkan keterampilan, juga dapat menjadi modal pengetahuan bagi mahasiswa yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu disampaikan oleh Direktur Sentra Bisnis Universitas Tadulako (Untad), Dr Harifuddin Thahir MP, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 10 Januari.

Dr Harifuddin mengemukakan, dalam kurun waktu enam tahun terakhir, Ia bersama rekan-rekannya di Sentra Bisnis terus menyosialisasikan pentingnya berwirausaha kepada mahasiswa Untad sesuai dengan harapan Menristek Dikti. Tidak sebatas itu, Dr Harifuddin juga bahkan mengaku turun tangan langsung membimbing mahasiswa yang memiliki minat untuk mengembangkan bakat berwirausaha.

“Ini juga sebagai tindaklanjut dari program Dirjen Dikti, saat belum menjadi kementerian sendiri. Setiap tahun, hampir 100 orang wirausaha muda dari Untad terus kami munculkan,” jelas Direktur Sentra Bisnis itu.

Dr Harifuddin menjelaskan, Prof Nasir selaku Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) terus memacu melalui berbagai program agar mahasiswa dapat mengembangkan minat dan bakat di bidang wirausaha. Tidak hanya itu, pengembangan minat dan bakat berwirausaha, juga menjadi kompetensi pendukung dalam kurikulum pembelajaran.

“Itu disampaikan oleh Pak Menteri Prof Nasir saat kami berdiskusi langsung. Dengan begitu diharapkan mahasiswa saat lulus nanti tidak perlu susah dalam mencari kerja. Dengan bekal ide kreatif berwirausaha yang dimiliki, alumni perguruan tinggi diharapkan dapat membuka usaha, minimal untuk menghidupi dirinya sendiri terlebih dahulu. Hal ini juga yang kami lakukan di Untad sehingga setiap tahun sejak 2009, rata-rata sekitar 100 wirausaha muda yang kami orbitkan per tahun,” jelas Dosen Fakultas Ekonomi itu.

Lebih lanjut, saat ditanya tentang konsep program kewirausahaan dari Kemenristek Dikti, Dr Harifuddin menyampaikan bahwa sampai tahun 2015, konsep yang digunakan yaitu Program Wirausaha Mahasiswa (PMW). Namun, sejak 2016 lalu, konsep itu berubah menjadi program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT). CPPBT itu, lanjut Kepala UPT Sentra Bisnis, merupakan upaya yang lebih riil dari Kemenristek Dikti untuk mengembangkan hasil inovasi dari perguruan tinggi agar tercipta lulusan yang kreatif, berani beresiko, dan memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi.

“Jadi CPPBT ini merupakan kelanjutan dari PWM. Bedanya, dalam CPPBT, mahasiswa mengembangkan temuan atau kreativitas dosen untuk selanjutnya dikelola oleh mahasiswa. Dana yang diberikan pun tergolong besar dan dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk membangun jejaring usahanya,” jelas Dr Harifuddin.

Pada 2016 lalu, dengan waktu tiga bulan yang diberikan oleh pihak Kemenristek Dikti, satu proposal dari mahasiswa berhasil lolos dan disetujui untuk didanai oleh Kemenristek Dikti. Dalam pengajuan proposal, mahasiswa asal Fakultas Teknik yang mengembangkan usaha “Arang Briket” itu mengajukan dana senilai Rp 120 juta kepada pihak Kemenristek Dikti.

“Saat proposal akan disetujui, kami dari UPT Sentra Bisnis dipanggil untuk dikonfirmasi. Alhamdulillah, kami juga dapat meyakinkan tim penilai tentang prospek bisnis “Arang Briket” itu sehingga dari dana yang diajukan Rp 120 juta, pihak Kemenristek Dikti malah menyetujui menjadi Rp 193 juta. Jadi bukan dikurangi malah dinaikkan untuk mendukung ide kreatif adik-adik mahasiswa Untad. Pendampingan yang kami lakukan itu merupakan bukti bahwa kami tidak melepas mahasiswa saat mereka mengajukan proposal,” jelas Dr Harifuddin.

Berkenan dengan itu, pada 2017 ini, Dr Harifuddin bersama timnya dari UPT Sentra Bisnis akan segera melakukan sosialisasi program CPPBT ke seluruh fakultas untuk selanjutnya disampaikan kepada mahasiswa. Harapan dari Dr Harifuddin, akan muncul banyak calon pengusaha pemula dari kalangan mahasiswa.
 
“Jadi mahasiswa tidak lagi berorientasi mencari kerja, tetapi dapat menjadi pencipta pekerjaan dan penyedia pekerjaan bagi orang lain. Dalam waktu dekat kami akan segera sosialisasi setelah mendapatkan panduan dari Kemenristek Dikti. Bagi adik-adik mahasiswa yang memiliki semangat dan jiwa wirausaha, dapat memantau program itu di laman ppbt.ristekdikti.go.id atau datang langsung ke kantor kami di ruangan paling utara, Rektorat Lantai I,” jelas Dr Harifuddin. (*)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.