Thursday, 18 January, 2018 - 09:28

Media Harus Selektif Tampilkan Penceramah

Prof Dr H Muhammadiyah Amin. (Foto : Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama RI, Prof Dr H Muhammadiyah Amin menegaskan kepada pihak media massa maupun elektronik, harus mengetahui secara jelas penceramah yang akan ditampilkan di media tersebut.

“Para pengelola media massa khususnya media elektronik untuk betul-betul selektif dalam menampilkan penceramah yang membahas masalah agama di medianya,” imbuh Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, usai mengisi salah satu kegiatan Kemenag di Kota Palu, Selasa, 5 Desember 2017 malam.

Hal ini ditegaskannya, karena sempat adanya viral sebuah acara bertema dakwah Islam yang dipandu oleh salah seorang ustadzah yang menampilkan kesalahan dalam penulisan teks salah satu ayat dalam Alquran dan ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi nasional beberapa waktu lalu.

“Pihak media harus mengetahui secara jelas, siapa dan apa latar belakang sosok penceramah yang ditampilkan di media itu. Misalnya, media jangan hanya melihat kemampuan retorika dari sosok penceramah, melainkan juga harus mempertimbangkan kompetensi yang bersangkutan, terkait dengan permasalahan-permasalahan keagamaan,” jelasnya.

Intinya, kata Muhammadiyah, media harus selektif menerima penceramah. Apalagi menyampaikan ajaran agama.

“Ini kan banyak dilihat masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan hal ini sesuai dengan langkah Bimas Islam Kemenag RI  yang telah menyusun kode etik mubalig  untuk menjadi pertimbangan bagi para pendakwah yang akan tampil di media elektronik.


Editor : M Yusuf Bj

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.