Wednesday, 19 September, 2018 - 00:13

Musyawarah Adat Tampo Lore Bentuk Perjuangan Jadi Kabupaten Konservasi

Suasana musyawarah Adat Tampo Lore. (Foto : Wawan/ Metrosulawesi)

Poso, Metrosulawesi.com - Ratusan warga dari enam kecamatan di wilayah dataran Tampo Lore yang meliputi kecamatan Lore utara, Lore timur, Lore Barat, Lore Piore, Lore Selatan dan Lore Tengah, Sulawesi tengah, menggelar musyawarah masyarakat adat Tampo Lore yang ke IV. Musyawarah masyarakat adat Tampo Lore ke IV yang digelar di Kecamatan di Desa Uwasa, Kecamatan Lore Utara ini dihadiri Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, Anggota DPRD Poso serta sejumlah SKPD dan Ketua komite perjuagan warga Tampo lore.

Saat prosesi penyambutan bupati Poso bersama rombongan, dilakukan dengan mensajikan tarian adat-adat oleh warga setempat. Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu yang membuka musyawarah, sangat mengapresiasi semangat dan perjuangan warga Tampo Lore menuju terbentuknya kabupaten konservasi.

Bupati berharap dari musyawarah ini, jika nantinya terbentuknya kabupaten konservasi hal ini merupakan salah satu pemerkaran kabupaten yang paling bungsu dari sekian daerah yang telah mekar di kabupaten Poso.

"Apa bila terbentuk kabupaten konservasi dan bisa jadi ini merupakan kabupaten yang paling muda
serta kabupaten bungsu dan paling adik dari sekian kabupaten yang telah mekar dari kabupaten Poso," ungkap Darmin dalam sambutannya, Sabtu (22/10/16).

Menurut Darmin, melalui musyawarah ke empat masyarakat Tampo Lore dirinya sangat berharap akan lahir keputusan dan kesepakatan bersama sesuai cita dan aspirasi masyrakat wilayah dataran Tampo Lore satu pemekaran baru. Darmin mengajak dalam kesepatan ini, untuk menyatukan visi, misi seluruh elemen masyarakat.

Hary Kabi ketua komite perjuangan pemekaran Kabupaten Konservasi Tampo Lore menyampaikan, jika musyawarah ini digelar untuk menyegarakan kembali keputusan adat pada tahun 2007 yang lalu, dimana saat itu disepakati untuk berjuang membentuk salah satu kabupaten konservasi.

Menurut Hari, jika sejauh ini perjuangan warga Tampo Lore yang dilakukan sudah berhasil membentuk perda konservasi Tampo Lore. Kata Hari jika hasil kajian akademik yang dilaksanakan oleh Univeristas Tadulako, bahwa dari hasil kajian itu layak menjadi daerah otonomi.

"Jika tugas yang dilakukan pihak komite ditingkat kabupaten sejauh ini sudah selesai dilakukan, karena sudah ada hasil kajian surat keputusan politik dprd dan surat keputusan tehniks dari bupati," ungkapnya.

Hari menambahkan, namun sejauh ini masih ada tahapan yang dilakukan oleh bupati Poso untuk mengusulkan perjuangan tersebut ke gubernur dan melanjutkan ke pusat setelah dilakukan penetapan sidang paripurna DPRD Provinsi.


Editor : Masruhim Parukkai