Saturday, 21 October, 2017 - 12:57

NasDem Sulteng Belum Tentukan Cabup Terkait Pilkada 2018 di Tiga Kabupaten

Ketua DPW Partai NasDem Sulteng, Ahmad HM Ali. (Foto : Dok Metrosulawesi)

"Penentuan itu ada mekanismenya, tidak hanya dengan ucapan. Itu yang menyebar informasi, orang yang tidak bertanggung jawab. Sengaja mau membuat kegaduhan di partai ini." - Ahmad HM Ali, Ketua DPW Partai NasDem Sulteng -

Morut, Metrosulawesi.com - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sulawesi Tengah, belum menentukan nama-nama calon bupati (Cabup) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 di tiga kabupaten di Sulteng.

Ketua DPW Partai NasDem Sulteng, Ahmad HM Ali di Morowali Utara, Rabu 15 Maret mengatakan, sampai saat ini NasDem masih konsen pada konsolidasi terhadap seluruh kader yang ada di 12 kabupaten dan satu kota.

NasDem pun, lanjutnya, sampai saat ini pula belum menentukan nama-nama calon bupati yang akan diusung pada Pilkada di Donggala, Parigi Moutong, dan Morowali.
Menurut Ahmad, informasi yang beredar di tengah masyarakat dan kader soal adanya nama-nama calon bupati yang telah ditentukan NasDem untuk tiga kabupaten itu tidak benar.

"Penentuan itu ada mekanismenya, tidak hanya dengan ucapan. Itu yang menyebar informasi, orang yang tidak bertanggung jawab. Sengaja mau membuat kegaduhan di partai ini," jelasnya.

Olehnya, Ahmad meminta seluruh masyarakat khususnya kader NasDem untuk tidak langsung mempercayai berita hoax yang beredar soal informasi nama-nama calon bupati yang telah dikeluarkan NasDem. Apa lagi, nama-nama itu bukan dari kader NasDem sendiri.

"Intinya sampai saat ini NasDem belum menentukan apalagi mengeluarkan nama-nama untuk calon bupati di Donggala, Parigi Moutong, dan Morowali," tegasnya.
 
Ahmad menambahkan, kader NasDem sekalian pun sampai saat ini pula belum ada yang ditentukan sebagai calon bupati dan wakil bupati di tiga kabupaten tersebut.

"Bagaimana mau menentukan orang lain," tandasnya.

Penentuan nama calon bupati yang akan diusung NasDem di tiga kabupaten tersebut, berdasarkan hasil seleksi khusus yang akan dilakukan pengurus.

Seleksi itu nantinya melibatkan sejumlah pihak, termasuk di dalamnya pelibatan akademisi.

"Jadi nanti setelah disurvei sesuai daerah masing-masing baru dilakukan seleksi. Itu prosesnya akan panjang baru kemudian ditentukan siapa yang lolos untuk ditetapkan sebagai calon bupati. Aturan ini jelas yang akan diberlakukan NasDem dalam Pilkada 2018," pungkas Ahmad.

Sejauh ini NasDem terus memperkuat konsolidasi jelang Pilkada 2018 dan Pileg 2019, NasDem pun menargetkan kemenangan penuh pada dua Pemilu tersebut.
Sementara itu, jelang Pilkada di Donggala, Parigi Miutong, dan Morowali NasDem akan menggelar temu kangen terhadap 20 ribu kader yang akan dimulai di Morowali pada Mei 2017 mendatang.

Kegiatan itu dilakukan untuk terus mempererat tali silaturahmi antara pengurus DPW, DPD, DPC, hingga DPRT dalam menjalankan amanat partai demi kepentingan rakyat. (*)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.