Saturday, 29 April, 2017 - 19:29

Error message

  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).
  • Warning: Invalid argument supplied for foreach() in views_join->build_join() (line 1548 of /home/metrosulteng/public_html/profiles/openpublish/modules/contrib/views/includes/handlers.inc).

Palu Butuh Rp3 M Per Tahun Untuk Gaji 57 Tenaga Medis

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr Royke Abraham. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Kota Palu membutuhkan sekitar Rp3 miliar per tahun untuk menggaji 57 tenaga medis. Pemkot terpaksa merumahkan ke-57 tenaga medis itu karena tak memiliki dana untuk menggaji mereka.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu, dr Royke Abraham kepada Metrosulawesi belum lama ini mengatakan, diakomodirnya 57 orang tenaga medis itu tergantung hasil kajian yang dilakukan oleh tim yang dibentuk Walikota Palu.

Salah satu item kajian yakni alokasi anggaran, karena diperkirakan ke 57 tenaga medis itu alokasi untuk gaji mencapai Rp3 miliar pertahun, sementara di APBD nama mereka belum masuk.  Jika APBD perubahan memungkinkan menampung gaji mereka, maka ke 57 tenaga medis bisa kembali bekerja.

Sesuai pengakuan Royke, ke 57 tenaga medis sangat dibutuhkan untuk memberikan layanan kesehatan. Apalagi semenjak dirumahkan seluruh Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di kelurahan kini sudah ditutup.

Sesuai deadline yang diberikan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Makassar, 28 April 2017 merupakan batas akhir bagi Pemkot Palu memasukkan seluruh berkas persyaratan 57 tenaga medis, bila batas akhir itu berkas tidak masuk, dipastikan ke 57 tenaga medis kelangan pekerjaan.

“Semoga dalam waktu dekat ini hasil kajian sudah keluar dan ada jalan keluar bagi 57 tenaga medis itu menjadi CPNS di Kota Palu,” ungkap Royke.

Pelimpahan 57 tenaga medis dari pemerintah pusat ke Pemkot Palu mulai 1 Maret 2017. Ironisnya, pelimpahan yang dibuatkan Memorandum Of Understanding (MOU) Pemkot Palu menyanggupi pembayaran gaji mereka. Sebab, dari 13 kabupaten kota, hanya Kota Palu yang mengalami masalah soal penggajian.

Padahal bila Pemkot Palu tidak menyanggupi pelimpahan itu, ke 57 tenaga medis seharusnya masih menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang sumber anggarannya dari kementerian kesehatan.


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.