Sunday, 19 November, 2017 - 15:05

Panca Adhitiyanto, Pengusaha Properti yang Mulai dari Sales Buku

Panca Adhitiyanto. (Foto : Dok)

Panca Adhtiyanto, salah satu pengusaha properti di Kota Palu yang cukup berhasil. Sebelum terjun ke bisnis perumahan, pria ganteng yang satu ini lebih dulu bekerja sebagai sales. Seperti apa pengalamannya? Berikut ini catatannya.

"SAYA itu ke Palu tahun 2011. Awalnya berjualan alat-alat tulis, seperti buku, dan alat peraga. Namun karena saya rasa penghasilan sebagai bawahan tidak cukup untuk kebutuhan hidup, maka pada saya beranikan diri untuk menjual sendiri buku saya. Awalnya saya jual buku ensiklopedia." ungkap Panca Adhitiyanto mengawali kisahnya kepada Metrosulawesi, Sabtu 28 Oktober.

Panca sapaan akrabnya, kemudian berkisah bagaimana susahnya menjual buku. Setiap hari dia harus jalan dari kelurahan ke kelurahan, bahkan ke kampung-kampung. 

"Buku itu jarang saya jual di sekolah karena di sekolah kadang sudah ada. Jadi saya jual ke warga secara door to door,” ujarnya.

Pernah suatu saat dia berjalan dari Kelurahan Nunu menawari buku dari rumah ke rumah, hingga tak terasa sampai di Jalan Lagarutu Palu.

“Kala itu tapak sepatu saya sampai robek karena jauhnya berjalan kaki,” kenang Panca.

Yang memprihatinkan katanya, saat menawarkan buku-buku jualannya itu, dia sering mengalami perlakuan yang kurang mengenakkan.

“Saya selalu alami tidak dibukakan pintu oleh pemilik rumah. Bahkan saya sempat merasakan dikejar anjing,” aku Panca.

Pada suatu waktu kata Panca, dia ditelepon oleh orangtuanya di Jawa. Agar orangtua di Jawa tak khawatir, dia mengaku terpaksa berbohong tentang kehidupannya kala itu.

"Waktu orangtua saya telepon dari Jawa. Saya bilang baik-baik saja padahal susah sekali di Palu. Saya ingin sekali menangis tapi saya tahan. Saya tidak mau mereka kuatir. Padahal saya bisa saja pulang ke Jawa. Di jawa itu zona nyaman saya. Saudara saya pengusaha keramik. Namun, saya punya komitmen bahwa saya telanjur  sampai di Palu dan saya harus jadi orang" ujarnya.

Tak ingin nasibnya terus menerus seperti itu, pada tahun 2013 lalu, Panca pun nekat terjun ke bisnis perumahan.

"Saya belajar otodidak bisnis properti. Saya berhasil menjual beberapa rumah. Kemudian saya kenal seorang pengusaha. Pengusaha itu percaya pada saya. Saya dipinjami modal awal untuk mendirikan perusahaan,” jelas Panca.

Sejak itu, Panca pun memiliki perusahaan perumahan sendiri. Perusahaan itu dia beri nama  Homeproperty? Kenapa namanya simpel seperti itu? Karena saya ingin masyarakat langsung kenal dengan perusahaan properti saya. Untuk mempermudah, Panca pun langsung membuka web dengan nama Homeproperty.ID. 

“Nama ini bisa ditemukan kalau searching di google," tutur lelaki yang masih berusia 35 tahun ini.

Dengan perusahaan ini, omset yang bisa didapatkan Panca dalam sebulan, bisa tembus angka miliaran.

"Pesan saya bagi pemuda-pemuda yang ingin mendirikan bisnis agar jangan putus asa dan tetap jaga kepercayaan. Investor pertama kita itu orang tua, kita belum tahu jadi apa kedepan, tapi mereka tetap kucurkan dana buat kita, jadi jaga kepercayaan mereka. Saya jadi seperti ini bukan karena faktor lucky, tapi karena saya telah mengalami banyak proses, tapi saya tidak putus asa karena saya percaya Allah tidak diam dan sudah siapkan jalan keluar kalau kita mendapat kendala,” ujarnya.

Kedepan Panca akan membuka bisnis usaha kuliner, yang akan menyajikan berbagai makanan-makanan khas Sulawesi Tengah.

“Kedepan mungkin saya akan membuka bisnis kuliner. Bisnis property itu bisnis tiga bulan sekali, nah kalau bisnis kuliner nanti, itu akan jadi bisnis harian saya” tutup owner HomeProperty.Id, Panca Adhitiyanto. (*)


Editor : Udin Salim

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.