Sunday, 19 November, 2017 - 09:18

Parimo akan Dijadikan Destinasi Wisata Baru

Tim dari Deputi Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), yang dipimpin Haswan Yunas meninjau lokasi Sail Tomini di Parimo. (Foto : Metrosulawesi/Djunaedi)

"Ke depan, lokasi ini sangat cocok untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan (multy event) berskala internasional seperti wisata MICE (meeting, incentive, conference, exhibition) serta wisata olahraga paralayang dari bukit Monumen PMK," - Haswan Yunas, Deputi Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) -

Parimo, Metrosulawesi.com - Kabupaten Parigi Moutong di Sulawesi Tengah diyakini bakal menjadi destinasi wisata baru di Tanah Air pascapenyelenggaraan Sail Tomini yang puncak acaranya akan digelar di Pantai Kayubura, Kabupaten Parigi Moutong, 19 September 2015.

"Lokasi acara puncak Sail Tomini ini sangat membanggakan. Kawasannya luas, desainnya bagus dan lokasinya sangat strategis di jantung Pulau Sulawesi. Karena itu, lokasi ini akan menjadi destinasi wisata baru," kata Deputi Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Haswan Yunas kepada Antara di Parigi, Rabu (5/8) lalu.

Usai mewakili Menko PMK Puan Maharani meninjau aktivitas pembangunan lokasi acara puncak Sail Tomini di Pantai Kayubura, sekitar 75 kilometer tenggara Kota Palu, Haswan Yunas mengemukakan, dari seluruh Sail Indonesia yang sudah pernah dilaksanakan, lokasi Kayubura inilah yang kawasannya paling luas.

Selain luas, katanya, desainnya juga menarik dan dilengkapi dengan berbagai sarana dan fasilitas seperti listrik, air bersih, drainase, sanitasi, telekomunikasi dan bangunan-bangunan pendukung.

Lokasi Sail Tomini yang sedang dibangun dengan dana sekitar Rp30 miliar ini juga sangat strategis karena terletak di jantung pulau Sulawesi yang dilintasi jalan trans Sulawesi yang terhubung dengan seluruh ibu kota provinsi di Sulawesi.

Di sekitar lokasi ini, kata Haswan, Pemkab Parigi Moutong bekerja sama dengan Bank BNI membangun tugu khatulistiwa di atas sebuah bukit dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut, yang diberi nama Monumen PMK (Parigi Moutong Khatulistiwa).

"Ke depan, lokasi ini sangat cocok untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan (multy event) berskala internasional seperti wisata MICE (meeting, incentive, conference, exhibition) serta wisata olahraga paralayang dari bukit Monumen PMK," ujarnya.

Ia mengharapkan kepada Pemkab Parigi Moutong agar setelah puncak acara Sail Tomini digelar, lokasi Pantai Kayubura ini ditingkatkan fasilitas dan sarananya sehingga semakin akomodatif sebagai tempat penyelenggaraan wisata MICE berskala nasional dan internasional.

"Kalau boleh, Pemkab Parigi Moutong membentuk unit organisasi tersendiri yang mengelola kawasan Pantai Kayubura ini atau diserahkan kepada swasta seperti Ancol di Jakarta, sehingga pengelolaannya profesional, memberi kontribusi bagi daerah serta terus bisa dinikmati masyarakat setelah perhelatan Sail Tomini usai," ujarnya.

Bupati Parigi Moutong Syamsurizal Tomnolotutu secara terpisah mengemukakan bahwa lokasi Sail Tomini ini akan dibuka kepada pihak swasta yang berminat untuk mengelolanya dengan perjanjian kerja sama dengan pemerintah daerah.

"Kalau ada swasta yang mau, kami silahkan. Ini aset milik rakyat dan akan kami manfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat," ujarnya.

Usai meninjau lokasi Sail Tomini yang pembangunannya sudah mencapai 75 persen, Deputi V Kemenko PMK Haswan Yunas bersama Sekretaris Panitia Nasional Sail Tomini Dedi H Sutisna, Wagub Sulteng Soedarto dan Bupati Parigi Moutong Syamsurizal Tombolotutu, menggelar rapat koordinasi persiapan Sail Tomini di Mapolres Parimo, Rabu petang.

Acara puncak Sail Tomini akan digelar pada 19 September 2015 dan dihadiri Presiden Joko Widodo, para menteri dan duta besar negara-negara sahabat serta sedikitnya 10.000 pengunjung.

Salah satu acara memeriahkan Sail Tomini yang akan disaksikan Presiden adalah parade kapal perang TNI dan beberapa negara sahabat, kapal-kapal pemerintah, kapal-kapal nelayan serta 28 kapal layar tiang tinggi (yacht) peserta yacht rally 2015 berthema 'Back to Down-Under Yacht Rally'. (ant/bn)

Pemerintah Ajak Masyarakat Ramaikan Sail Tomini

Pemerintah pusat mengajak seluruh masyarakat umumnya yang ada di Sulawesi Tengah dan khususnya masyarakat parigi Moutong (Parimo) untuk mensukseskan perhelatan Sail Tomini (ST) yang pelaksanaannya tinggal menghitung hari pada 9 September mendatang. Hal itu dikatakan Sekretaris Panitia Nasional Sail Tomini Dedi H Sutisna saat meninjau lokasi pelaksanaan ST di Parimo, Rabu (5/8).

ST nantinya selain dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, juga dijadwalkan dihadiri 40 duta besar negara asing. Oleh karena itu, pelibatan masyarakat dalam meramaikan ST sangat penting. Apalagi jika pemerintah provinsi dan kabupaten mampu mempromosikan lebih luas ST ini sehingga juga dihadiri masyarakat dari luar Sulteng terutama wisatawan asing.

“Jangan sampai nanti setelah acara Sail, muncul dikoran  Sail Tomini ini hanya acara pejabat, karena tidak ada masyarakat dan wisatawan yang datang,” kata Dedi dihadapan peserta rapat panitia provinsi dan kabupaten.

Ia juga meminta Dinas Pariwisata Provinsi dan kabupaten dapat menampilkan kreasi budaya setempat, terutama budaya masyarakat Parimo sebagai tuan rumah. Sebab, jika wisatawan asing datang yang mereka cari bukan hotel mewah tapi budaya setempat yang menarik. (bn/edi)

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.