Sunday, 23 September, 2018 - 22:50

Pembangunan RS Bertaraf Internasional, Pemprov Masih Kaji Kerjasama Pihak Ketiga

EKS RSUD UNDATA - Pemprov Sulteng merencanakan pembangunan Rumah Sakit (RS) bertaraf internasional di eks lokasi RSUD Undata di jalan Soeharso Palu. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.com - Rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) bertaraf internasional di eks lokasi RSUD Undata Sulteng masih tahap pengkajian. Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Mohamad Hidayat Lamakarate menerangkan pihaknya tengah mengkaji opsi kerjasama pihak ketiga (sawasta) dalam pembangunan RS tersebut.

“Kami masih mengkaji dan menghitung-hitung untuk kita tawarkan kepihak ketiga,” terang Hidayat kepada Metrosulawesi, Rabu, 11 Juni 2018. 

Rencana pembangunan RS di eks Undata sudah mengemuka sejak beberapa bulan lalu. Pihak terkait dalam sejumlah kesempatan sudah melakukan rapat koordinasi untuk merealisasikan rencana itu.

Hidayat pada pertengahan Maret lalu mengatakan rencana pembangunan RS itu dalam tahap negosiasi. 

“Pembangunan rumah sakit ini dibangun oleh swasta full. Nanti pengelolaannya menggunakan sistem BGS (bangun, guna, serah),” kata Hidayat di sela pertemuannya bersama sejumlah pimpinan redaksi media lokal Sulteng di Ruang Kerjanya, Senin, 12 Maret.

Dai menuturkan sudah ada tiga perusahaan swasta yang menawarkan kesiapannya untuk membangun rumah sakit itu. Meski demikian, pihak Pemprov Sulteng tetap akan menempuh proses lelang. 

“Jadi tetap akan ada lelang,” ujar Hidayat.

Pembangunan rumah sakit itu diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp500 miliar. Anggaran sebesar itu sepenuhnya akan ditanggung pihak swasta.  

Soal lokasi kata Hidayat, tidak ada masalah. Tinggal menjadi persoalan saat ini katanya, di eks RS Undata lama itu, masih terdapat bangunan milik pusat. 

“Tapi saya kira ini akan segera bisa diatasi, karena  kami sudah menyurat ke Pusat untuk meminta penyerahan bangunan itu,” katanya.

Menurut Hidayat rumah sakit yang akan dibangun itu  merupakan yang terbesar dan memiliki memiliki fasilitas lengkap. Di dalam lingkungannya,  selain gedung rumah sakit itu sendiri, juga ada kampus, pusat perbelanjaan atau mal hingga hotel. 

Sekdaprov Sulteng itu mengatakan pembangunan rumah sakit itu adalah bagian dari keinginan Gubernur Longki Djanggola, yang pada tahun 2018 ini ingin mewujudkan beberapa program. 

“Salah satunya di bidang kesehatan, membangun rumah sakit itu. Tahun ini haru sudah mulai jalan,” tandas Hidayat.  

 

Editor: Udin Salim