Sunday, 19 November, 2017 - 15:01

Pemda Banggai Tak Peduli Tenaga Medis

Ratusan tenagah medis baik dokter dan perawat RSU Luwuk saat mendatangi Kantor DPRD Banggai. (Foto : Ist)

“Pemda Banggai tidak pernah memasukan program layanan kesehatan untuk jasa medik dalam pembahasan  APBD tahun 2015.” - Samsul Bahri Mang, Ketua DPRD Banggai -

Aksi Tenaga Medis Berlanjut, Tuntut Pembayaran Jasa Medik

Luwuk, Metrosulawesi.com - Ratusan tenaga medis di Rumah Sakit Luwuk, Kabupaten Banggai, kembali menggelar aksi mogok, setelah dua hari sebelumnya sejak Selasa hingga Rabu (17-18/11/2015) mereka melakukan unjuk rasa di kantor bupati dan DPRD, menuntut pembayaran jasa medik (Jasmed) dari Jamkesda dan BPJS yang selama 8 bulan belum di bayarkan Pemda Banggai.

Dalam dengar pendapat antara eksekutif legislatif  dan para demonstran di kantor DPRD terungkap bahwa, Pemda Banggai tidak pernah mengalokasikan dana Jamkesda pada dokumen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2015.

Ketua DPRD Banggai Samsul Bahri Mang mengaku, Pemda Banggai tidak pernah memasukan program layanan kesehatan untuk jasa medik dalam pembahasan  APBD tahun 2015.

Ia juga mempertanyakan  Jamsed yang bersumber dari BPJS yang telah disalurkan ke rekening daerah dan Direktur RSU Luwuk sebesar  Rp20 miliar yang belum disalurkan kepada para petugas medis.

“Kemana semua dana Jasmed BPJS itu, kenapa tidak segera disalurkan, ” kata Samsul Bahri.

Sontak saja pengakuan itu membuat para tenaga medis marah yang meminta Pemda untuk bertanggungjawab dan  meneriakan yel-yel akan mogok kerja bila Pemda tidak segera membayarkan Jasmed.

Kepala Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Kas dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Banggai, Imran Suni berjanji akan segera membayarkan jasa medik yang akan dimasukan dalam RAPBD tahun 2016.

Namun para petugas medis bersikeras agar Pemda mencari dana talangan untuk membayarkan Jasmed ribuan petugas kesehatan yang berada di rumah sakit, puskesmas dan pustu di Banggai dalam sepuluh hari ke depan.

Mereka mengancam akan mogok kerja bila Pemda  tidak segera membayarkan Jasmed  dari Jamkesda dan BPJS sebelum masuk bulan Desember. Para petugas medis itu mengaku kesal dengan kebijakan Pemda yang tidak peduli dengan nasib tenaga kesehatan.

Koordinator aksi dr. Reza Nasution mengaku, pihaknya akan terus memperjuangkan nasib para tenaga medis yang menjadi hak mereka.

“Kami tidak ingin hak-hak kami hilang begitu saja, bahkan jika Pemda belum mau membayarkan Jasmed kami akan serahkan Pemda untuk merawat pasien rumah sakit, biar mereka tau bagaimana menjalankan kewajiban tapi hak tidak dibayar,” katanya.

Tags: 
Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.