Thursday, 14 December, 2017 - 14:31

Penanganan Sampah Sistem Jemput di Parigi Terhenti

JOROK - Tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap. (Foto : Dok Metrosulawesi)

Parigi, Metrosulawesi.com – Ide penanganan sampah di Parigi dengan sistem jemput yang semula mendapat respons bagus, ternyata tak berumur panjang.

Hanya rentang waktu sebulan program mobile itu berjalan, kemudian terhenti, dan hingga kini tak beroperasi lagi.

‘’Tak sampai sebulan, program penanganan sampah yang menggunakan sistem jemput atau milik Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Parigi Moutong terhenti. Padahal, program yang dibuat oleh Kepala DPLH Kabupaten Parigi Moutong, Efendi Batjo yang sempat menjadi pemberitaan beberapa media itu dianggap sangat tepat untuk merubah pemahaman warga soal sampah,’’ ungkap Irdam kepada Metrosulawesi via telefon seluler, Rabu (14/6/2017).

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, penyebabnya selain dana operasional yang tidak mencukupi, juga  jumlah armada tidak memadai.

Bahkan, pihak Pemerintah Kelurahan (Pemlur) yang awalnya sangat berharap program tersebut dapat berjalan dengan baik untuk mengatasi persoalan sampah, terpaksa harus menerima sorotan dari warganya, karena tumpukan sampah. Sebab truk pengangkut sampah milik DPLH itu telah menimbulkan bau tak sedap, lantaran program mobile terhenti.

Menyoal soal sampah yang penanganannya belum maksimal, Sekretaris Lembaga Pecinta Alam dan Petualangan (LPAP) El Capitan Indonesia, Ridwan B. Saenumi mengatakan, dalam pelaksanaan program, khususnya penanganan sampah harus ditinjau lebih dulu dengan melihat beberapa aspek.

Contohnya, katanya, dari segi kesiapan kendaraan seperti truk pengangkut sampah hingga penyediaan anggaran operasional yang memenuhi.

Karena itu, sebutnya, pelaksanaan program penanganan sampah dengan sistim jemput tersebut terkesan dipaksakan, sehingga, tidak heran jika pelaksanaan program penanganan sampah sistim jemput itu tidak berlangsung lama.

Padahal, katanya, program tersebut mendapat respon dan antusiasme yang luar biasa dari warga ketika pelaksanaan awal,  karena warga tidak lagi bersusah-susah membuang sampah ke tempat jauh, sebab cukup menyediakan sampah dalam karung dan ditempatkan dibagian depan rumah untuk proses pengangkutan.

"Program itu sangat bagus karena memberikan dampak yang baik terhadap warga. Contohnya, warga yang awalnya sering membuang sampah sembarangan, dengan adanya program itu, tidak lagi terlihat. Saya menilai, DPLH harus menjalankan program itu kembali. Namun, harus terkonsep dengan baik terlebih dahulu sebelum dilaksanakan," jelasnya.


Editor : Syamsu Rizal

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.