Tuesday, 12 December, 2017 - 08:54

Pendidikan Vokasi Harus Dikembangkan

Prof Dr Ir Hj Andi Niartiningsih, MP.

Palu, Metrosulawesi.com - Ketua Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof. Dr. Ir. Hj Andi Niartiningsih, M.P mengatakan kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari perkembangan pendidikan vokasinya.

“Indonesia saat ini, pendidikan vokasinya baru 5,5 persen dari 4.504 perguruan tinggi yang ada. Padahal negara yang maju industrinya itu adalah negara dimana pendidikan vokasinya minimal sama dengan perkembangan pendidikan akademiknya,” ujar Niartiningsih pada acara Wisuda Unimuh kemarin Rabu, 15 November 2017.

Australia misalkan, kata Andi Niartiningsih, sebagai negara yang maju industrinya, memiliki 78 persen pendidikan vokasi dan hanya 32 persen pendidikan akademik. Olehnya itu, pemerintah saat ini tengah memacu perkembangan pendidikan vokasi, dengan harapan, Indonesia dapat sejajar dengan negara-negara maju lainnya, khususnya negara yang maju di bidang industri.

“Salah satu bentuk upaya pemerintah meningkatkan pendidikan vokasi, di awal Januari 2017, pemerintah dalam hal ini kemenristekdikti telah memoratorium pengusulan perguruan tinggi baru kategori universitas,” katanya.

Niartiningsih mengatakan pemerintah saat ini, lebih vokus ke pendidikan vokasi, sehingga sementara waktu pendirian perguruan tinggi kategori universitas dimoratorium.

“Kebijakan pemerintah lainya adalah melihat banyaknya perguruan tinggi yang ada di Indonesia, pemerintah berupaya melakukan pengurangan dalam bentuk akuisisi dan marger bagi perguruan tinggi kecil dibawah satu yayasan. Sehingga ada efesiensi dalam sisi pengelolaan dan pembiayaan dan sebagainya,” ungkapnya.

Niartiningsih mengatakan memperbaiki kualitas tentu akan jauh lebih bagus dibandingkan memiliki banyak perguruan tinggi, tetapi kualitasnya masih memberikan tandatanya yang besar.

Sebagai gambaran kata Andi Niartiningsih, Cina dengan penduduk 1,4 Milliar hanya memiliki 2.824  perguruan tinggi, sementara Indonesia hanya memiliki 250 juta penduduk, namun telah memiliki sebanyak  4.504  perguruan tinggi.

Dengan itu, pemerintah saat ini tengah melakukan upaya pengurangan sekaligus mendorong peningkatan kualitas. Dengan harapan, kualitas perguruan tinggi Indonesia dapat bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.

“Saya kira semua perguruan tinggi di negeri ini tengah mengejar kualitas, olehnya itu penting menjaga dan meningkatkan sistem penjaminan mutu, agar kualitas lulusan memiliki kemampuan daya saing yang kuat,” tambah Niartiningsih.
 
Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu, meliputi program pendidikan Diploma (diploma 1, diploma 2, diploma 3 dan diploma 4) yang setara dengan program pendidikan akademik strata.


Editor : M Yusuf Bj

Kirim Komentar Anda
Budayakan beri komentar terkait artikel yang ditayangkan. Komentar adalah tanggapan pribadi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim, tidak mewakili kebijakan redaksi METROSULAWESI dot com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus komentar sesuai dengan Pedoman Komunitas.